Tim astronom temukan petunjuk perihal sumber semburan gelombang radio cepat

Foto eksposur panjang yang diabadikan pada 25 Juli 2022 ini menunjukkan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China saat sedang dalam proses pemeliharaan di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Ou Dongqu)
Semburan gelombang radio cepat (fast radio burst/FRB), semburan gelombang radio paling terang di alam semesta, merupakan transien berdurasi sangat singkat, yakni hanya beberapa milidetik. Namun, kepastian asal-usulnya belum jelas dan masih menjadi subjek penelitian yang sedang berlangsung.
Beijing, China (Xinhua) – Sekelompok astronom internasional melakukan studi selama 17 bulan mengenai semburan gelombang radio cepat (fast radio burst/FRB) berulang dari sebuah galaksi jauh, mengungkapkan bahwa semburan gelombang itu mengubah medan magnetnya sebanyak dua kali, yang memberikan petunjuk atas asal-usulnya.Perubahan magnetik itu kemungkinan mengindikasikan bahwa sumber FRB tersebut mengorbit dalam sistem bintang biner, dan bintang pendampingnya kemungkinan adalah sebuah lubang hitam atau bintang berukuran masif, kata tim ilmuwan tersebut dalam sebuah makalah yang dipublikasikan dalam jurnal Science pada Jumat (12/5).FRB, semburan gelombang radio paling terang di alam semesta, merupakan transien berdurasi sangat singkat, yakni hanya beberapa milidetik. Namun, kepastian asal-usulnya belum jelas dan masih menjadi subjek penelitian yang sedang berlangsung.Para ilmuwan dari Observatorium Astronomi Nasional di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China, yang berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka dari luar negeri, menargetkan FRB berulang dan berkode FRB 20190520B, yang ditemukan oleh teleskop FAST, atau ‘Mata Langit China’.Tim itu memantau FRB menggunakan teleskop yang berlokasi di Australia dan Amerika Serikat selama 17 bulan, mendeteksi ratusan semburan dari gelombang radio tersebut. Mereka menemukan bahwa ukuran rotasi Faraday, indikator kekuatan medan magnetnya, sangat bervariasi dan mengubah arah sebanyak dua kali.Feng Yi, anggota tim dari institut penelitian Zhejiang Lab, menuturkan, "Ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan medan magnetik yang ekstrem di sekelilingnya, yang berarti FRB 20190520B kemungkinan berada di sistem bintang biner, dan bintang pendamping sistem biner itu kemungkinan adalah lubang hitam atau bintang berukuran masif."Memahami perubahan semacam itu dalam lingkungan bermagnet di sekitar semburan gelombang radio cepat (fast radio burst/FRB) merupakan langkah maju yang penting dan diharapkan dapat membantu memperjelas asal-usulnya, ujar Feng.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

90 persen lebih air minum di stasiun luar angkasa China hasil daur ulang
Indonesia
•
24 Aug 2022

China usulkan inisiatif kerja sama iptek internasional
Indonesia
•
08 Nov 2023

Australia buka fasilitas untuk lindungi 13 juta spesimen keanekaragaman hayati
Indonesia
•
19 Aug 2025

Obat suntik terbaru stabilkan kadar obat utama Parkinson selama tujuh hari
Indonesia
•
15 Jul 2025
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
