
Fokus Berita – 25.000 warga sipil tewas dalam konflik Gaza di tengah meningkatnya kebutuhan kemanusiaan

Asap membubung menyusul serangan udara Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 21 Januari 2024. (Xinhua/Yasser Qudih)
Serangan intens Israel di Gaza dan tembakan roket Palestina ke Israel terus berlanjut pada Senin (22/1), dengan laporan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa lebih dari 25.000 kematian tercatat di daerah kantong tersebut sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023.
PBB (Xinhua) – Serangan intens Israel di Gaza dan tembakan roket Palestina ke Israel terus berlanjut pada Senin (22/1), dengan laporan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa lebih dari 25.000 kematian tercatat di daerah kantong tersebut sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023.Merujuk pada informasi dari otoritas kesehatan Gaza, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan bahwa 62.681 warga Palestina menderita luka-luka akibat serangan Israel. Serangan-serangan ini merupakan respons terhadap serangan yang dipimpin oleh Hamas di Israel, yang mengakibatkan sekitar 1.200 orang tewas dan sekitar 250 lainnya disandera.Dua tentara Israel terbunuh di Gaza sejak Jumat (19/1), kata OCHA, sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 193 orang sejak operasi darat dimulai, dan 1.203 tentara terluka, menurut militer Israel.Pada periode yang sama, 343 warga Palestina tewas dan 573 lainnya terluka, kata kantor koordinasi bantuan PBB itu.Berbicara pada pertemuan puncak negara-negara Kelompok 77 dan China di Kampala, ibu kota Uganda, pada Ahad (21/1), Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menggambarkan Timur Tengah sebagai "kotak korek api", sebelum menyampaikan seruan untuk "mengerahkan segala upaya guna mencegah konflik berkobar di seluruh kawasan tersebut.""Operasi militer Israel telah menyebarkan kehancuran massal dan menewaskan warga sipil dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya selama masa jabatan saya sebagai sekretaris jenderal," kata Guterres, yang sebelumnya menegaskan kembali dukungannya untuk solusi dua negara bagi Israel dan Palestina.
Asap membubung menyusul serangan udara Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 15 Januari 2024. (Xinhua/Yasser Qudih)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tangga baja menuju desa di puncak tebing di China catat rekor Guinness
Indonesia
•
11 Dec 2024

Suriah buka dua titik perlintasan untuk penyaluran bantuan gempa
Indonesia
•
14 Feb 2023

Afghanistan luncurkan kampanye vaksinasi polio di 16 provinsi
Indonesia
•
24 Jan 2023

Laporan kejahatan bermotif kebencian di AS meningkat
Indonesia
•
24 Aug 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
