
Sejumlah fasilitas observasi astronomi baru didirikan di China barat laut

Foto berikut ini menunjukkan sebuah fasilitas observasi astronomi di area Lenghu, Provinsi Qinghai, China barat laut. (Xinhua/Chen Jie)
Situs observatorium di Lenghu di Provinsi Qinghai, China barat laut, merupakan salah satu yang terbaik di dunia karena memiliki langit malam yang cerah, kondisi atmosfer yang stabil, dan iklim yang kering.
Xining, China (Xinhua) – Beberapa fasilitas baru untuk observasi astronomi mulai berdiri di area Lenghu di Provinsi Qinghai, China barat laut, yang merupakan lokasi ideal untuk mengamati bintang-bintang.Lenghu, yang terletak di sisi utara Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, memiliki langit malam yang cerah, kondisi atmosfer yang stabil, dan iklim yang kering, menjadikannya salah satu situs observatorium terbaik di dunia.Sebanyak sembilan proyek teleskop astronomi optik telah rampung di Lenghu sejauh ini, dengan investasi sebesar hampir 2 miliar yuan atau sekitar 310 juta dolar AS.Dari sembilan proyek itu, sebuah fasilitas observasi matahari memulai uji coba baru-baru ini. Sistem Inframerah untuk Pengukuran Akurat Medan Magnet Surya (Infrared System for the Accurate Measurement of Solar Magnetic Field/AIMS) akan mengisi celah ilmiah, menjadi teleskop astronomi pertama yang bekerja pada panjang gelombang inframerah pertengahan di dunia.Pengamatan matahari dalam rentang inframerah pertengahan terbilang menjadi tantangan bagi para astronom. Mereka membutuhkan kondisi sempurna untuk peralatan yang digunakan agar dapat mengumpulkan cahaya yang dibutuhkan. Menurut para teknisi dari Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Science/CAS), AIMS memecahkan masalah berupa kebisingan yang tinggi dan kinerja detektor yang menurun dalam pengamatan matahari. Semua bagian sistem, termasuk cip detektor, juga dibuat di dalam negeri.Fasilitas baru ini diharapkan dapat menghasilkan studi yang lebih akurat tentang medan magnet matahari, pencitraan inframerah pertengahan, dan data observasi spektral. Para astronom China berencana menggunakannya untuk mempelajari pembentukan, akumulasi, penggerakan, dan pelepasan energi dari energi magnetik, memberikan wawasan tentang transfer materi dan energi dalam letusan dahsyat seperti suar matahari.Sementara itu, fasilitas Teleskop Survei Lapangan Lebar (Wide Field Survey Telescope/WFST) saat ini sedang dalam proses pembangunan kubah. Teleskop tersebut akan membantu para astronom mendapatkan data seperti posisi benda langit berpresisi tinggi, memfasilitasi pencarian dan pemantauan peristiwa astronomi yang efisien.Pembangunan proyek Observatorium Domain Waktu (Time Domain Observatory/TIDO) dan proyek Teleskop Survei Multipleks (Multiplexed Survey Telescope/MUST) juga diluncurkan di Lenghu tahun lalu.Dikembangkan oleh Universitas Tsinghua, teleskop MUST berdiameter 6,5 meter tersebut akan menjadi teleskop terbesar di Lenghu setelah selesai dibangun. Para ilmuwan yang menggunakan MUST berharap dapat membuat terobosan dalam evolusi energi gelap, kosmologi gelombang gravitasi, dan pembentukan galaksi.Pada Oktober tahun lalu, Provinsi Qinghai menyetujui peraturan lokal pertama di negara itu untuk melindungi langit malam di Lenghu.Peraturan tersebut berlaku mulai 1 Januari tahun ini. Situs pengamatan di Lenghu juga akan memiliki dua area pelestarian gelap yang ditunjuk, zona inti gelap, dan zona penyangga, untuk menjamin lingkungan pengamatan optiknya pada malam hari.*1 yuan = 2.130 rupiah**1 dolar A = 14.751 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Benih tanaman dan galur mikroba diuji dalam 2 misi luar angkasa China
Indonesia
•
13 Jan 2023

Peneliti China kembangkan elastomer ‘printable’ 3D dengan ketangguhan tingkat tinggi
Indonesia
•
09 Jul 2024

90.000 lebih artefak batu dari Zaman Neolitikum ditemukan di China timur laut
Indonesia
•
15 Nov 2024

Fosil dinosaurus ditemukan di Hong Kong untuk pertama kalinya
Indonesia
•
25 Oct 2024


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
