Teleskop baru Australia dapat fasilitasi komunikasi luar angkasa

Diresmikan pada Rabu (6/12/2023), Stasiun Darat Optik Kuantum milik Australian National University (ANU) menggunakan teknologi optik adaptif dan laser untuk mengirim dan menerima data dari luar angkasa, sehingga memungkinkan komunikasi dan perekaman video dalam misi luar angkasa berawak generasi berikutnya. (Xinhua)
Stasiun Darat Optik Kuantum milik Australian National University (ANU) menggunakan teknologi optik adaptif dan laser untuk mengirim dan menerima data dari luar angkasa, sehingga memungkinkan komunikasi dan perekaman video dalam misi luar angkasa berawak generasi berikutnya.
Canberra, Australia (Xinhua) – Sebuah teleskop baru di Canberra, ibu kota Australia, mampu memfasilitasi komunikasi dengan astronaut dari Bulan ke luar angkasa.Diresmikan pada Rabu (6/12), Stasiun Darat Optik Kuantum milik Australian National University (ANU) menggunakan teknologi optik adaptif dan laser untuk mengirim dan menerima data dari luar angkasa, sehingga memungkinkan komunikasi dan perekaman video dalam misi luar angkasa berawak generasi berikutnya.Berbasis di Observatorium Gunung Stromlo milik ANU di sebelah barat Canberra, stasiun itu juga akan mendorong penelitian tentang teknologi komunikasi canggih."Ini adalah yang pertama di dunia, dalam hal kemampuan komunikasi global generasi berikutnya," kata Direktur Institut Antariksa ANU Anna Moore kepada media pemerintah Australia, Australian Broadcasting Corporation (ABC).Stasiun itu dibangun dengan dukungan dari pemerintah Wilayah Ibu Kota Australia (Australian Capital Territory/ACT) dan inisiatif Moon to Mars dari Badan Antariksa Australia.Kepala Pemerintahan ACT Andrew Barr mengatakan kepada surat kabar daring Canberra Daily bahwa fasilitas itu akan memberikan keunggulan kompetitif bagi industri luar angkasa Australia dan membantu menarik talenta global."Canberra memiliki kemampuan untuk mendukung kesuksesan industri luar angkasa dan untuk mengambil keuntungan dari investasi besar yang dilakukan secara global di bidang luar angkasa, melalui ekonomi pengetahuan yang terus berkembang," katanya.Stasiun itu juga dapat mengunduh data estimasi beban kebakaran dengan akurasi tinggi untuk seluruh Australia, memungkinkan pihak berwenang untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menghadapi kebakaran hutan 20 tahun setelah Observatorium Gunung Stromlo rusak dalam kebakaran hutan di Canberra pada 2003, sebelum akhirnya dibangun kembali.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Dinosaurus ornithischia tertua dari Asia teridentifikasi di China barat daya
Indonesia
•
15 Jan 2025

Kerja sama teknologi hijau hadirkan manfaat bagi negara-negara mitra BRI
Indonesia
•
10 Nov 2023

XPENG dan Volkswagen akan bangun jaringan pengisian daya EV super cepat di China
Indonesia
•
07 Jan 2025

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
