
China rampungkan putaran baru uji coba mesin roket cair ‘reusable’

Foto dari udara yang diabadikan pada 10 Desember 2023 ini menunjukkan sebuah roket komersial China yang dapat digunakan kembali (reusable) bernama SQX-2Y yang sedang lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut dalam misi uji coba penerbangan keduanya. (Xinhua/iSpace)
Teknologi propulsi ruang angkasa China telah menghasilkan sebuah mesin oksigen cair dan kerosin berbobot 130 ton yang memberikan daya pada roket pengangkut yang dapat digunakan kembali (reusable).
Beijing, China (Xinhua) – China dalam beberapa tahun terakhir secara aktif mengembangkan teknologi propulsi ruang angkasa, dengan pencapaian terbarunya adalah kesuksesan uji coba penyalaan di darat (ground ignition) sebuah mesin oksigen cair dan kerosin berbobot 130 ton yang akan memberikan daya pada roket pengangkut yang dapat digunakan kembali (reusable) milik negara tersebut.Dikembangkan oleh sebuah institut di bawah naungan China Aerospace Science and Technology Corporation, mesin reusable baru tersebut dinyalakan dua kali pada Jumat (12/4) di sebuah lokasi uji coba di Provinsi Shaanxi, China barat laut.Sejauh ini, mesin itu telah merampungkan total 15 uji coba berulang yang terdiri dari 30 kali penyalaan, dengan waktu uji coba kumulatif lebih dari 3.900 detik. Jumlah uji coba berulang pada mesin tersebut telah melampaui rekor sebelumnya untuk uji coba mesin utama roket cair di China, kata pihak pengembangnya pada Ahad (14/4) dalam sebuah rilis berita.Berfungsi sebagai sistem propulsi utama untuk roket reusable China, model mesin ini memiliki kemampuan dan keandalan komprehensif yang luar biasa.Produsen mesin tersebut juga menyoroti terobosan dalam manufaktur cerdas, mengatakan bahwa tim penelitian dan pengembangan telah menetapkan sebuah sistem teknologi inti untuk memproduksi mesin reusable. Hal ini secara signifikan mendorong kemajuan dan stabilitas teknologi proses mesin, serta memastikan kualitas dan keandalan produk yang konsisten.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China ungkap mekanisme pengatur keanekaragaman tumbuhan di kepulauan tropis
Indonesia
•
03 Jan 2024

Ilmuwan China sukses lakukan ‘satellite laser ranging’ siang hari di ruang angkasa Bumi-Bulan
Indonesia
•
01 May 2025

Tutupan awan menyusut, perburuk pemanasan global
Indonesia
•
20 Jun 2025

AI ubah cara belajar dan bekerja, universitas perlu rancang ulang pendidikan
Indonesia
•
05 Jul 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
