Tim peneliti berbasis di China kembangkan metode tes cepat virus cacar monyet

Sejumlah ampul vaksin cacar monyet terlihat di Chicago, Amerika Serikat, pada 25 Juli 2022. (Xinhua/Vincent Johnson)
Metode tes cepat (rapid testing) untuk virus cacar monyet (monkeypox virus/MPXV) tengah dikembangkan oleh tim peneliti yang berbasis di China, yang dapat memberikan hasil dalam 20 hingga 30 menit dan secara signifikan lebih cepat dibandingkan metode kuantitatif polymerase chain reaction (PCR) waktu nyata (real-time) tradisional.
Beijing, China (Xinhua) – Sejumlah peneliti yang berbasis di China baru-baru ini mengembangkan tiga metode tes cepat (rapid testing) untuk virus cacar monyet (monkeypox virus/MPXV) yang dapat memberikan hasil dalam 20 hingga 30 menit dan secara signifikan lebih cepat dibandingkan metode kuantitatif polymerase chain reaction (PCR) waktu nyata (real-time) tradisional.Metode kuantitatif PCR real-time saat ini merupakan metode terbaik untuk diagnostik MPXV. Namun, metode itu membutuhkan personel laboratorium terlatih dan peralatan khusus, dan hasilnya hanya dapat diperoleh setelah beberapa jam.Tim peneliti dari Institut Pasteur Shanghai yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China mengembangkan tiga tes amplifikasi isotermal berbasis rekombinasi untuk deteksi cepat MPXV dan menemukan bahwa hasil tes tersebut konsisten dengan metode PCR real-time.Metode tes baru itu hanya reaktif terhadap MPXV dan bereaksi nonsilang (non-cross reactive) terhadap virus cacar lainnya, seperti virus vaccinia, dan hasil itu dapat divisualisasikan dalam 20 hingga 30 menit, menurut temuan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Viruses tersebut.Temuan-temuan itu memberikan opsi baru bagi diagnosis dini kasus dugaan MPXV, serta akan membantu mengendalikan dan mencegah wabah yang merebak saat ini dan potensi wabah di masa mendatang, menurut studi tersebut.Kasus di AS
Sejauh ini, Amerika Serikat (AS) mencatat kasus cacar monyet tertinggi di dunia, dengan lebih dari 28.000 kasus telah dikonfirmasi pada Selasa (25/10), menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.California menjadi negara bagian di AS yang mencatat jumlah kasus terkonfirmasi paling banyak dengan 5.372 kasus, disusul oleh New York dengan 4.082 kasus dan Florida dengan 2.697 kasus, menurut data CDC.Sedikitnya enam orang di AS yang teruji positif cacar monyet meninggal dunia, termasuk dua orang di Chicago, dua orang di New York, satu orang di Nevada, dan satu orang di Maryland, demikian dikonfirmasi oleh departemen kesehatan setempat.Infeksi cacar monyet jarang berakibat fatal, dengan sebagian besar kasus sembuh dalam waktu dua hingga empat pekan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini memiliki tingkat kematian sekitar 3 hingga 6 persen.Meski demikian, individu dengan gangguan kekebalan lebih berpotensi mengalami penyakit parah saat terinfeksi, kata CDC.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Pusat penelitian Rusia temukan lebih 15 senyawa untuk obat
Indonesia
•
12 Nov 2020

Observatorium Astronomi China temukan komet baru
Indonesia
•
18 Jan 2025

China luncurkan program internasional untuk dorong penelitian ‘matahari buatan’
Indonesia
•
25 Nov 2025

Pembangunan menara utama jembatan tertinggi di dunia di China barat daya rampung
Indonesia
•
26 Oct 2023
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
