
Puing-puing wahana antariksa kargo Rusia jatuh ke Samudra Pasifik

Puing-puing wahana antariksa kargo Rusia, Progress MS-28, jatuh ke wilayah Samudra Pasifik yang tidak dapat dilalui pelayaran, ungkap perusahaan antariksa negara Rusia, Roscosmos, pada Rabu (26/2/2025). (tangkapan layar)
Wahana antariksa kargo Rusia, Progress MS-28, yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) selama enam bulan, meninggalkan orbit, kemudian memasuki lapisan padat atmosfer, dan hancur.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Puing-puing wahana antariksa kargo Rusia, Progress MS-28, jatuh ke wilayah Samudra Pasifik yang tidak dapat dilalui pelayaran, ungkap perusahaan antariksa negara Rusia, Roscosmos, pada Rabu (26/2).Wahana antariksa kargo tersebut, yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) selama enam bulan, meninggalkan orbit, kemudian memasuki lapisan padat atmosfer, dan hancur. Menurut Pusat Kendali Penerbangan di TsNIImash (Institut Penelitian Pusat Pembangunan Mesin), badan penelitian utama di Roscosmos, elemen-elemen yang tidak terbakar dari wahana antariksa itu jatuh ke wilayah yang tidak dapat dilalui pelayaran di Samudra Pasifik bagian selatan, kata Roscosmos dalam pernyataannya.Progress MS-28 melepaskan tambatan dari ISS pada Selasa (25/2) pukul 23.17 Waktu Moskow, atau Rabu (26/2) pukul 03.17 WIB, sebelum beralih ke penerbangan otonomos.Wahana antariksa kargo itu tiba di ISS pada 17 Agustus 2024, dengan membawa muatan seberat 2,6 ton yang terdiri dari peralatan dan instrumen ilmiah, pakaian, stok makanan, bingkisan untuk para astronaut, serta muatan penting lainnya. Progress MS-28 akan digantikan oleh Progress MS-30.Roket Soyuz-2.1a yang mengangkut wahana kargo baru telah dipersiapkan di Landasan Peluncuran Nomor 31 di Kosmodrom Baikonur. Peluncuran tersebut dijadwalkan dilakukan pada 28 Februari, dan penambatan di ISS diperkirakan pada 2 Maret.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Satelit Luojia-3 01 tuntaskan uji teknis utama
Indonesia
•
17 Feb 2023

Raksasa teknologi Swiss resmikan proyek netralitas karbon di Xiamen, China
Indonesia
•
13 May 2023

Anak 5 tahun terima cangkok jantung buatan, pertama di dunia
Indonesia
•
28 Sep 2025

Peneliti China temukan gen gandum resesif yang resistan terhadap virus
Indonesia
•
08 Mar 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
