
Rover Perseverance NASA lewati 1.000 hari Mars pengoperasiannya

Foto yang diabadikan oleh wahana penjelajah (rover) Mars Perseverance milik NASA pada 22 Oktober 2023 ini menunjukkan kondisi di permukaan Mars. (Sumber: NASA/JPL-Caltech)
Wahana penjelajah Perseverance milik NASA telah menyelesaikan 1.000 hari Mars pengoperasiannya di Planet Merah, guna mencari tanda-tanda kehidupan Mars purba di dasar Kawah Jezero.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Wahana penjelajah (rover) Perseverance milik NASA telah menyelesaikan 1.000 hari Mars pengoperasiannya di Planet Merah, menurut badan antariksa Amerika Serikat (AS) itu.Satu hari di Mars, yang disebut sebagai ‘sol’, berdurasi 24 jam 37 menit, sekitar 40 menit lebih lama dari durasi satu hari di Bumi.Perseverance dan mitra robotiknya, helikopter Ingenuity, mendarat di Kawah Jezero Mars pada 18 Februari 2021. Sejak saat itu, wahana penjelajah seukuran mobil itu terus mencari tanda-tanda kehidupan Mars purba di dasar Kawah Jezero.Belum lama ini, rover Perseverance menyelesaikan penjelajahannya di delta sungai purba yang menyimpan bukti keberadaan danau yang mengisi Kawah Jezero miliaran tahun yang lalu, papar NASA.Sejauh ini, rover beroda enam tersebut telah mengumpulkan total 23 sampel, dan dalam prosesnya berhasil mengungkap sejarah geologis wilayah Mars."Kami memilih Kawah Jezero sebagai lokasi pendaratan karena citra orbital menunjukkan adanya sebuah delta, bukti yang jelas bahwa sebuah danau besar pernah mengisi kawah tersebut. Danau merupakan lingkungan yang berpotensi untuk dihuni, dan bebatuan delta merupakan lingkungan yang bagus untuk mengubur tanda-tanda kehidupan purba sebagai fosil dalam catatan geologis," kata ilmuwan dalam proyek Perseverance, Ken Farley, dari California Institute of Technology.Tujuan utama misi Perseverance di Mars adalah astrobiologi, termasuk mencari tanda-tanda kehidupan mikroba purba. Menurut NASA, rover tersebut akan menggambarkan geologi dan iklim masa lalu Mars, membuka jalan bagi eksplorasi manusia di planet itu, sekaligus menjadi misi pertama yang mengumpulkan dan menyimpan batuan dan regolit Mars.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Komputer kuantum superkonduktor China telah catatkan lebih dari 10 juta kunjungan global
Indonesia
•
19 Jun 2024

Indeks Inovasi China naik 6 persen pada 2023
Indonesia
•
26 Oct 2024

Wahana antariksa Boeing Starliner berangkat dari ISS ke Bumi, tanpa bawa awak
Indonesia
•
08 Sep 2024

Regulator Italia jatuhkan denda 15 juta euro kepada OpenAI atas penyalahgunaan data pribadi
Indonesia
•
24 Dec 2024


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
