
Harris ungguli Trump dalam jajak pendapat baru menyusul mundurnya Biden

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Wakil Presiden AS Kamala Harris menyaksikan pertunjukan kembang api Hari Kemerdekaan di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 4 Juli 2024. Presiden AS Joe Biden pada Ahad (21/7) mengumumkan mundur dari pemilihan presiden (pilpres) AS 2024. (Xinhua/Hu Yousong)
Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris, yang mendapatkan dukungan luas untuk menjadi calon presiden dari Partai Demokrat, mengantongi keunggulan 2 poin persentase atas calon dari Partai Republik, Donald Trump.
Washington, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris, yang mendapatkan dukungan luas untuk menjadi calon presiden dari Partai Demokrat, mengantongi keunggulan 2 poin persentase atas calon dari Partai Republik, Donald Trump, ungkap jajak pendapat terbaru.Dalam survei Reuters/Ipsos yang dilakukan pada Senin (22/7) dan Selasa (23/7), salah satu survei pertama yang dilaksanakan setelah mundurnya presiden petahana Joe Biden dari pemilihan presiden (pilpres) pada Ahad (21/7), Harris mengungguli Trump dengan 44 persen berbanding 42 persen, sebuah margin dalam rentang kesalahan jajak pendapat tersebut.Harris (59) dianggap "bermental tangguh dan mampu menghadapi tantangan" oleh 56 persen pemilih terdaftar, dibandingkan dengan Trump (78) yang hanya mengantongi dukungan dari 49 persen pemilih terdaftar.Pada Senin tersebut, Harris mengumumkan bahwa dia telah mendapatkan dukungan yang cukup dari partainya, hanya sehari setelah Biden mengundurkan diri dari pencalonan pilpres usai mendapatkan tekanan yang kian besar dari Partai Demokrat yang mencemaskan usia dan kebugaran mental presiden petahana itu untuk menjalani masa jabatan berikutnya.Sementara itu, survei PBS/NPR/Marist yang dilakukan pada Senin itu menunjukkan Trump mengungguli Harris dengan 46 persen berbanding 45 persen, dengan 9 persen responden masih belum memutuskan.Jajak pendapat ini juga mengindikasikan bahwa 41 persen warga Amerika, termasuk 65 persen pendukung Partai Demokrat, percaya bahwa mundurnya Biden akan meningkatkan peluang Partai Demokrat untuk memenangkan pemilu pada November mendatang.Dalam kampanye kepresidenan pertamanya di Milwaukee, Wisconsin, pada Selasa, Harris menggambarkan pilihan antara dirinya dan Trump sebagai pilihan antara "kebebasan, kepedulian, dan supremasi hukum" versus "kekacauan, ketakutan, dan kebencian.""Donald Trump ingin membawa negara kita mundur," katanya kepada kerumunan yang bersorak.Sementara itu dalam sebuah panggilan konferensi pada Selasa, Trump menyatakan keyakinan tentang kemampuannya mengalahkan Harris, dan menawar untuk terlibat dalam "lebih dari satu debat" dengan Harris. Trump menghabiskan sebagian besar waktu panggilan tersebut untuk mengkritik rekam jejak Harris soal masalah imigrasi dan perbatasan, lapor sejumlah media AS.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jubir Kemenlu: China harapkan implementasi efektif atas putusan ICJ
Indonesia
•
30 Jan 2024

Operator telekomunikasi Rusia luncurkan sistem verifikasi SIM 'anti-drone'
Indonesia
•
12 Nov 2025

Putin: Rusia tetap lanjutkan pekerjaan di reaktor nuklir Bushehr Iran
Indonesia
•
23 Jun 2025

Xi Jinping dan budaya Prancis: " Kebesaran hati yang lebih luas dari langit"
Indonesia
•
06 May 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
