
XPENG dan Volkswagen akan bangun jaringan pengisian daya EV super cepat di China

Seorang pengunjung mengamati model mobil besutan Volkswagen di Area Ekshibisi Mobil dalam ajang Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) ketujuh di Shanghai, China timur, pada 7 November 2024. (Xinhua/Chang Nengjia)
XPENG dan Volkswagen Group China menargetkan untuk menyediakan jaringan pengisian daya super cepat kepada para pelanggan yang mencakup lebih dari 20.000 tiang pengisian daya dan menjangkau 420 kota di seluruh China.
Guangzhou, China (Xinhua) – Produsen kendaraan energi baru (new-energy vehicle/NEV) China, XPENG, dan raksasa mobil Jerman, Volkswagen, pada Senin (6/1) mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk kolaborasi strategis dalam jaringan pengisian daya super cepat di China.Melalui kerja sama strategis ini, XPENG dan Volkswagen Group China menargetkan untuk menyediakan jaringan pengisian daya super cepat kepada para pelanggan yang mencakup lebih dari 20.000 tiang pengisian daya dan menjangkau 420 kota di seluruh China, menurut sebuah pernyataan dari XPENG.Dengan memanfaatkan keunggulan teknologi dari kedua pihak dalam pengisian daya super cepat berpendingin cairan berkekuatan tinggi dan jangkauan komplementer mereka dalam jaringan pengisian daya EV China, para pelanggan dua perusahaan itu dapat merasakan layanan pengisian daya cepat yang ditingkatkan di seluruh negara tersebut, imbuh pernyataan itu.Kolaborasi itu juga akan menjajaki kemungkinan mendirikan stasiun pengisian daya super cepat dengan merek bersama di masa mendatang di China, yang bertujuan untuk lebih mempercepat perluasan jaringan pengisian daya dan meningkatkan efisiensi operasional.Kolaborasi strategis ini mewakili kemajuan lainnya dalam kemitraan strategis jangka panjang antara XPENG dan Volkswagen. Pada 2023, kedua perusahaan menandatangani perjanjian kerangka kerja kolaborasi teknis strategis dan perjanjian pembelian saham, dengan Volkswagen mengakuisisi 4,99 persen saham XPENG bernilai sekitar 700 juta dolar AS.Pada 2024, XPENG telah mengirim 190.068 unit kendaraan, menandai peningkatan sebesar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total output NEV China tahun lalu diperkirakan mencapai lebih dari 12 juta unit, menurut Asosiasi Manufaktur Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM).Sektor NEV China mencatatkan peningkatan tren kerja sama internasional berkat kuatnya pertumbuhan pasar. Produsen NEV China, Leapmotor, dan raksasa mobil Eropa, Stellantis, menjalin kemitraan pada 2023, sementara pada 2024, produsen mobil mewah Mercedes-Benz mengumumkan investasi tambahan senilai 14 miliar yuan atau sekitar 1,95 miliar dolar AS di China bersama dengan para mitranya yang berasal dari negara tersebut.*1 dolar AS = 16.217 rupiah**1 yuan = 2.218 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Teleskop raksasa China ungkap semburan relativistik lubang hitam
Indonesia
•
01 Aug 2023

Studi: Jejak kaki di New Mexico mungkin tanda tertua keberadaan manusia di benua Amerika
Indonesia
•
25 Nov 2023

Populasi monyet emas langka meningkat di Shennongjia, China
Indonesia
•
01 Jul 2024

Spesies tumbuhan terancam punah berhasil ditemukan kembali di China barat daya
Indonesia
•
23 Aug 2022


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
