
XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027

Sebuah robot humanoid buatan XPeng terlihat dalam foto yang diabadikan pada ajang Hannover Messe 2026 di Hannover, Jerman, pada 21 April 2026. (Xinhua/Zhang Haofu)
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Produsen kendaraan listrik China, XPeng, pada Selasa (8/9) meluncurkan lini produksi untuk robot humanoid. Perusahaan ini menargetkan untuk memulai penjualan dan pengiriman robot-robot tersebut di pasar China maupun pasar luar negeri pada 2027.
Robot humanoid serbaguna canggih besutannya, IRON, telah melalui tahap perakitan final terotomatisasi dan berjalan keluar dengan sendirinya dari lini produksi pada acara peluncuran tersebut, yang sekaligus menandai peralihan XPeng dari tahap penelitian dan pengembangan (litbang) serta produksi uji coba ke tahap produksi massal berbasis lini produksi.
Produksi massal telah menjadi tantangan besar bagi industri robot humanoid, yang secara tradisional bergantung pada produksi dalam jumlah kecil dan perakitan semimanual padat karya.
Perusahaan tersebut mengatakan lini produksi itu dirancang khusus untuk pembuatan robot skala besar, dengan mengadopsi praktik pengendalian mutu yang diterapkan di industri otomotif. Lebih dari 80 persen proses manufaktur inti di lini produksi tersebut telah diotomatisasi, kata XPeng.
He Xiaopeng, chairman XPeng, mengatakan perusahaannya telah membangun lini produksi robot dari nol dan akan terus berupaya memperpendek siklus produksi serta memperluas kapasitas produksi.
Setelah memasuki tahap produksi massal, robot IRON pada awalnya akan ditempatkan di gerai-gerai XPeng dan kawasan industri internal. Robot-robot tersebut diharapkan dapat menangani berbagai tugas, termasuk menyambut pelanggan, memperkenalkan kendaraan, memandu pengunjung, melakukan pemeriksaan, serta menangani barang-barang kecil.
XPeng mengatakan robot-robot tersebut akan diuji coba terlebih dahulu di lingkungan komersial dan industri miliknya sendiri, sehingga perusahaan dapat menyempurnakan algoritmanya melalui penggunaan di dunia nyata sebelum diluncurkan ke pasar secara lebih luas pada 2027.
Industri robot humanoid China saat ini memasuki tahap krusial komersialisasi dan penerapan skala besar, seiring dengan peralihan produk kecerdasan berwujud (embodied intelligence) dari uji coba dalam jumlah kecil menuju adopsi yang lebih luas, demikian disampaikan Xu Xiaolan, ketua Institut Elektronika China, dalam Konferensi Robot Dunia 2026 yang diselenggarakan pada bulan lalu di Beijing.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Detektor terahertz China tuai hasil di Antarktika
Indonesia
•
15 Mar 2023

Peraturan perlindungan gletser Xizang di China akan berlaku mulai Oktober 2024
Indonesia
•
19 Aug 2024

Atasi tantangan daya tahan, ilmuwan di China lengkapi ‘drone’ dengan ‘jantung hidrogen’
Indonesia
•
12 May 2026

Sebuah asteroid dinamai menurut seorang arkeolog China
Indonesia
•
14 Jul 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
