Presiden Turkiye peringatkan Laut Hitam tidak boleh jadi "area konfrontasi" konflik Rusia-Ukraina

Zona ekonomi eksklusif Turkiye

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato dalam pertemuan kelompok parlemen dari partai berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (Justice and Development Party/AKP), di Ankara, Turkiye, pada 5 November 2025. (Xinhua/Mustafa Kaya)

Zona ekonomi eksklusif Turkiye telah menjadi sasaran serangan drone terhadap kapal tanker berbendera Rusia atau yang menuju Rusia.

Ankara, Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Laut Hitam tidak boleh menjadi "area konfrontasi" antara Rusia dan Ukraina, ungkap Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (13/12).

"Laut Hitam tidak boleh dipandang sebagai area konfrontasi. Hal ini tidak akan menguntungkan Rusia maupun Ukraina. Semua pihak membutuhkan navigasi yang aman di Laut Hitam," sebut Erdogan seperti dikutip oleh kantor berita semiresmi Turkiye, Anadolu Agency.

Erdogan melontarkan pernyataan tersebut di dalam pesawatnya saat kembali ke Turkiye dari Turkmenistan, di mana dia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela forum perdamaian internasional dan menyerukan "gencatan senjata terbatas" untuk menghentikan serangan yang menargetkan fasilitas energi dan pelabuhan dalam konflik Rusia-Ukraina.

Ankara baru-baru ini kembali menegaskan kekhawatirannya terkait potensi meluasnya konflik Rusia-Ukraina hingga ke Laut Hitam. Pada awal Desember, di zona ekonomi eksklusif Turkiye terjadi serangkaian serangan drone terhadap kapal tanker berbendera Rusia atau yang menuju Rusia. Ukraina mengeklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.

Pada Jumat (12/12), sebuah rudal menghantam kapal sipil milik Turkiye di pelabuhan Chornomorsk, Ukraina, di dekat Odesa, mengakibatkan kerusakan tetapi tidak ada laporan korban jiwa. Otoritas Ukraina mengeklaim serangan tersebut sebagai "serangan Rusia", sementara pihak Rusia masih belum memberikan komentar.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait