Aktivitas manusia purba berusia 4.000 tahun ditemukan di Siprus bagian barat

Situs Neolitikum Choirokoitia, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang dihuni pada milenium ke-7 hingga ke-4 SM(Foto: Limes.Media/Tim Schnarr)
Permukiman manusia paling tua yang diketahui di Siprus berasal dari situs Neolitikum Choirokoitia, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang dihuni pada milenium ke-7 hingga ke-4 SM.
Nicosia, Siprus (Xinhua/Indonesia Window) – Bukti aktivitas manusia yang berkesinambungan berusia sekitar 4.000 tahun ditemukan di wilayah pegunungan Distrik Paphos, Siprus bagian barat, demikian disampaikan departemen kepurbakalaan negara itu pada Jumat (23/1).
Menurut laporan departemen tersebut, tim arkeolog dari Universitas Graz di Austria mengidentifikasi bukti tersebut dalam sebuah survei lapangan yang dilakukan pada Oktober tahun lalu di area yang lebih luas di sekitar Desa Amargheti, yang terletak sekitar 25 kilometer sebelah timur laut kota pesisir Paphos.
Survei tersebut mengungkap berbagai material arkeologis dari sejumlah periode sejarah, termasuk tembikar dan papan permainan batu yang berasal dari Zaman Perunggu Tengah, serta fragmen amfora dan genteng atap dari tanah liat.
Zaman Perunggu Tengah, yang berlangsung kira-kira antara 1950 hingga 1650 SM, ditandai dengan kegiatan penambangan dan penggunaan tembaga, yang berkontribusi bagi kebangkitan Siprus sebagai pusat politik dan ekonomi penting di kawasan Mediterania timur.
Temuan lanjutan di bagian selatan desa tersebut menunjukkan adanya pendudukan pada periode Arkais, bersamaan dengan temuan keramik dari era Romawi dan abad pertengahan, sebagian besar ditemukan di sepanjang aliran sungai pegunungan musiman Xeropotamos.
Penelitian sebelumnya di area tersebut juga telah mengungkap bukti aktivitas manusia yang berkesinambungan sejak Zaman Perunggu hingga masa modern, menurut laporan itu.
Namun demikian, permukiman manusia paling tua yang diketahui di pulau tersebut berasal dari situs Neolitikum Choirokoitia, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang dihuni pada milenium ke-7 hingga ke-4 SM.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Spesies tumbuhan baru ditemukan di China barat baya
Indonesia
•
20 Jan 2024

Studi ungkap gelombang panas ekstrem sebabkan penurunan populasi burung tropis
Indonesia
•
13 Aug 2025

Peneliti China kembangkan atap pembelah cahaya surya untuk rumah kaca
Indonesia
•
19 Dec 2021

Situs berskala besar dari Zaman Neolitikum Akhir ditemukan di China selatan
Indonesia
•
19 Aug 2024
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026

Astronom di Australia identifikasi kandidat planet mirip Bumi yang layak huni
Indonesia
•
28 Jan 2026
