
Menyusui bentuk ulang sistem imun untuk cegah kanker payudara

Ilustrasi. (Jaye Haych on Unsplash)
Aktivitas menyusui dapat membentuk ulang sistem kekebalan (imun) tubuh untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kanker payudara, terutama jenis tripel-negatif yang bersifat agresif.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti di Australia telah menemukan aktivitas menyusui dapat membentuk ulang sistem kekebalan (imun) tubuh untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kanker payudara, terutama jenis tripel-negatif yang bersifat agresif.Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature itu memberikan penjelasan biologis mengenai efek perlindungan dari melahirkan dan menunjukkan bagaimana hal tersebut berdampak jangka panjang pada sistem kekebalan tubuh perempuan. Demikian menurut sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa (21/10) oleh Pusat Kanker Peter MacCallum (Peter Mac) Australia, yang memimpin studi itu."Kami menemukan bahwa perempuan yang pernah menyusui memiliki lebih banyak sel kekebalan khusus, yang disebut sel CD8⁺ T, yang 'hidup' di jaringan payudara selama puluhan tahun pascamelahirkan," ujar penulis utama studi itu, Profesor Sherene Loi dari Peter Mac."Sel-sel itu bertindak sebagai penjaga lokal, yang siap menyerang sel abnormal yang dapat menjelma menjadi kanker," urainya, sembari menambahkan bahwa perlindungan ini kemungkinan berkembang untuk melindungi para ibu selama periode rentan pascamelahirkan, dan kini juga menurunkan risiko kanker payudara, terutama jenis tripel-negatif yang agresif.Menyelesaikan satu siklus penuh kehamilan, menyusui, dan pemulihan payudara menyebabkan sel T tersebut terakumulasi di jaringan payudara, ujar Loi, seraya menambahkan bahwa efek perlindungannya telah dikonfirmasi melalui eksperimen praklinis."Ketika sel kanker payudara muncul, model dengan riwayat reproduksi tersebut jauh lebih mampu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan tumor, namun hanya jika sel T hadir," ujarnya.Data dari 1.000 lebih pasien kanker payudara juga menunjukkan bahwa perempuan yang pernah menyusui memiliki tumor dengan jumlah sel T pelindung yang lebih tinggi serta tingkat bertahan hidup yang lebih baik pascadiagnosis, papar tim peneliti tersebut.Kendati sebelumnya perubahan hormonal terkait kehamilan dianggap sebagai faktor utama yang menurunkan risiko kanker payudara pada perempuan yang pernah melahirkan, penelitian ini justru menyatakan bahwa perubahan sistem kekebalan di jaringan payudara merupakan faktor utama, dan menunjukkan hal tersebut berpotensi mengarah pada pencegahan serta pengobatan kanker payudara yang sepenuhnya baru, urai tim peneliti tersebut.Kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum di kalangan perempuan di Australia dan menjadi kanker dengan jumlah diagnosis terbanyak kedua secara keseluruhan. Setiap hari, sekitar 58 kasus baru kanker payudara terdeteksi di negara ini, dengan tren peningkatan pada perempuan usia yang lebih muda, menurut pernyataan dari Peter Mac.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Rusia uji vaksin Sputnik V pada lansia
Indonesia
•
19 Dec 2020

Transplantasi jantung tanpa waktu iskemik pertama di dunia berhasil dilakukan di Taiwan
Indonesia
•
20 Apr 2025

Kemajuan China dalam bidang kedokteran luar angkasa perkuat misi eksplorasi antariksa masa depan
Indonesia
•
22 Sep 2024

Studi ungkap rahasia umur panjang reptil dan amfibi
Indonesia
•
25 Jun 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
