Pakar peringatkan penggunaan ponsel berlebihan pengaruhi kualitas tidur

Ilustrasi. (Shane on Unsplash)
Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar elektronik dapat mengurangi sekresi melatonin, sebuah hormon penting yang membantu kita untuk tertidur.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para pakar China telah memperingatkan tentang dampak penggunaan ponsel yang berlebihan terhadap kualitas tidur, mengingat perangkat elektronik tersebut telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan modern, sementara masalah tidur semakin melonjak.Sebuah survei terbaru tentang kondisi tidur masyarakat China mengungkapkan bahwa 48,5 persen orang dewasa China mengalami gangguan tidur, dan penderitaan ini akan semakin parah seiring dengan bertambahnya usia.Pada peringatan Hari Tidur Sedunia yang jatuh pada 21 Maret lalu, para pakar telah mengingatkan orang-orang untuk mengurangi penggunaan perangkat elektronik sebelum waktu tidur, terutama untuk menghindari kecanduan media sosial dan platform berbagi video.Survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Penelitian Tidur China (Chinese Sleep Research Society) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (Chinese Center for Disease Control and Prevention/CDC) menjelaskan bahwa populasi yang menghabiskan lebih dari tiga jam di media sosial per hari 2,3 kali lebih rentan mengalami gangguan tidur."Setiap jam terpapar layar elektronik akan memperpendek 10 hingga 20 menit dari tidur nyenyak," ungkap Meng Fanqiang, seorang dokter senior di rumah sakit yang berbasis di Beijing sekaligus ahli dalam bidang gangguan mental.Para pakar juga memperingatkan bahwa banyak remaja memiliki kualitas tidur yang buruk karena terlalu sering menggunakan ponsel sebelum tidur.Cahaya biru (blue light) yang dipancarkan oleh layar elektronik dapat mengurangi sekresi melatonin, sebuah hormon penting yang membantu kita untuk tertidur."Remaja dengan kualitas tidur yang buruk dalam jangka waktu lama akan mengalami penurunan signifikan dalam atensi dan ingatan di siang hari," kata Meng.Dalam beberapa tahun terakhir, China telah menggabungkan berbagai upaya dari pihak sekolah dan keluarga untuk memastikan tidur yang cukup bagi para siswa, dengan menetapkan bahwa minimal delapan jam tidur dibutuhkan setiap hari.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Obat anti-virus Rusia didaftarkan dalam waktu 3-5 bulan
Indonesia
•
25 Nov 2021

Peneliti China ungkap pengaruh pemanasan iklim terhadap fenologi tanaman
Indonesia
•
31 Aug 2022

COVID-19 – Kemenristek buat inovasi untuk ‘testing, tracing, treatment’
Indonesia
•
12 Oct 2020

COVID-19 – Dokter: Vaksinasi bantu blokir mutasi virus corona
Indonesia
•
06 Aug 2021
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
