China gunakan ‘drone’ besar untuk penyemaian awan di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet

Foto dari udara yang diabadikan pada 23 Juni 2022 ini menunjukkan Danau Xingxinghai di wilayah Maduo, Prefektur Otonom Etnis Tibet Golog, Provinsi Qinghai, China barat laut. (Xinhua/Zhang Hongxiang)
Penyemaian awan di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dilakukan dengan pesawat nirawak sipil berukuran besar buatan China, Wing Loong-2, bertujuan meningkatkan curah hujan dan salju artifisial di atas area Aemye Ma-chhen di wilayah Sanjiangyuan di dataran tinggi itu.
Beijing, China (Xinhua) – Pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) sipil berukuran besar buatan China, Wing Loong-2, baru-baru ini melakukan operasi penyemaian awan di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, menurut Aviation Industry Corporation of China (AVIC).Wing Loong-2H mendeteksi awan presipitasi dan berhasil melakukan tindakan peningkatan curah hujan dan salju artifisial di atas area Aemye Ma-chhen di wilayah Sanjiangyuan di dataran tinggi itu, kata AVIC, produsen pesawat terkemuka di China.Operasi ini merupakan upaya bersama dari Pusat Modifikasi Cuaca di bawah Administrasi Meteorologi China (China Meteorological Administration/CMA), Pusat Pengamatan Meteorologi di bawah CMA, AVIC (Chengdu) Unmanned Aerial Vehicle System Co., Ltd., dan beberapa satuan lainnya.UAV berukuran besar itu dipasangi perangkat katalis untuk peningkatan presipitasi, kata AVIC.UAV itu juga membawa perangkat pendeteksi presipitasi awan untuk mengamati dan menyediakan data untuk studi tentang karakteristik dan struktur presipitasi awan di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dan efek dari peningkatan presipitasi.Studi ini membantu memfasilitasi penelitian tentang mekanisme presipitasi awan di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dan teknologi katalis terkait.Selama operasi yang berlangsung sekitar lima jam itu, diperkirakan bahwa wilayah seluas hingga 15.000 kilometer persegi tercakup oleh operasi peningkatan presipitasi, kata AVIC.Sanjiangyuan, yang berarti ‘sumber tiga sungai’, merupakan lokasi hulu sungai Yangtze, Kuning, dan Lancang. Sanjiangyuan berlokasi di Provinsi Qinghai, yang dijuluki ‘menara air China’.Operasi Wing Loong-2H kali ini merupakan bagian dari tes peningkatan presipitasi berbasis UAV berukuran besar di dataran tinggi tersebut. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan curah hujan salju dan es di daerah gletser yang khas di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet.Operasi ini dirancang untuk membantu meningkatkan kemampuan penyemaian awan di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, yang sangat penting untuk menopang kehidupan dan produksi stok pertanian di wilayah itu, serta mengeksplorasi berbagai cara untuk mengatasi perubahan iklim.Sebelum operasi ini, Wing Loong-2, anggota lain dari keluarga UAV sipil berukuran besar Wing Loong, telah melakukan tes pengamatan meteorologi di ketinggian terhadap Dataran Tinggi Qinghai-Tibet.Dalam langkah berikutnya, CMA akan mendorong pembangunan sistem observasi meteorologi udara berbasis UAV yang ekstensif untuk perlindungan ekologi di dataran tinggi tersebut.AVIC berkomitmen untuk terus meningkatkan pengembangan UAV dan produk aeronautika (ilmu penerbangan) canggih lainnya untuk upaya modifikasi cuaca, terus menopang penghidupan dan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan ekonomi nasional.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Alat sensor fasilitasi pemantauan ‘kesehatan’ jembatan Sungai Yangtze
Indonesia
•
24 Dec 2022

Studi temukan olahraga 10 menit setiap hari bantu lawan kanker usus
Indonesia
•
03 Jan 2026

Fosil artropoda air tawar berumur 420 juta tahun ditemukan di China
Indonesia
•
01 May 2023

LIPI: Padang lamun Indonesia dalam kondisi kurang sehat
Indonesia
•
02 Jul 2020
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
