Warga ubah tenaga surya jadi pemanas ruangan ramah lingkungan di Xizang, China

Foto dari udara yang diabadikan pada 6 Januari 2024 ini menunjukkan deretan kolektor surya di pabrik pemanas yang berada di wilayah Xainza, Daerah Otonom Xizang, China barat daya. (Xinhua/Jiang Fan)
Deretan kolektor surya yang berada pada ketinggian hampir 4.700 meter di wilayah Xainza, Kota Nagqu, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, dapat mengubah energi surya menjadi pemanas yang ramah lingkungan untuk penduduk setempat.
Lhasa, Daerah Otonom Xizang (Xinhua) – Deretan kolektor surya yang berada pada ketinggian hampir 4.700 meter di wilayah Xainza, Kota Nagqu, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, dapat mengubah energi surya menjadi pemanas yang ramah lingkungan untuk penduduk setempat.Wilayah tersebut terletak di pedalaman sebelah utara Daerah Otonom Xizang, dengan tekanan udara yang rendah serta iklim yang dingin dan kering. Namun, wilayah itu memiliki sumber daya energi surya yang melimpah dengan durasi sinar matahari tahunan sekitar 2.915 jam.Lebih dari 2.900 penduduk di wilayah tersebut kini memiliki akses ke pemanas sentral bertenaga surya, mencakup kawasan seluas sekitar 175.400 meter persegi, yang meliputi 851 rumah tangga, tiga sekolah, dan gedung-gedung perkantoran.Yang Tsering, salah satu warga setempat, merasakan kehangatan di rumahnya. "Tanaman di kamar saya tumbuh dengan lebih baik setelah pemanas dinyalakan," kata Yang Tsering.Yang Tsering teringat saat dahulu keluarganya harus membakar dua gerobak berisi kotoran sapi di tungku untuk menghangatkan ruangan pada musim dingin. Berkat pemanas sentral bertenaga surya, mereka dapat mengucapkan selamat tinggal pada pemanas berasap tersebut.Yang Cankui, manajer di sebuah perusahaan lokal yang bertanggung jawab atas pengoperasian dan pemeliharaan sistem pemanas sentral, mengatakan bahwa musim pemakaian pemanas berlangsung selama tujuh bulan, dari November hingga Juni tahun berikutnya, dan menggunakan sistem pemanas yang terus berjalan selama 24 jam.Penghematan yang dicapai melalui proyek ini setara dengan 2.895 ton batu bara standar setiap tahunnya, berkontribusi terhadap peningkatan kualitas udara di wilayah itu dan melindungi lingkungan daerah tersebut.Di kawasan pedesaan di Nyima, Kota Nagqu, yang suhu terendahnya mencapai minus 20 derajat Celsius, radiator listrik juga dipasang di setiap kamar tidur di rumah milik seorang penggembala bernama Sangtso. Tanpa adanya suara kobaran api, kedua cucu perempuannya tak lagi merasa terganggu saat mengerjakan pekerjaan rumah.Proyek percontohan pemanas fotovoltaik itu telah mencapai hasil yang baik, dengan output listrik harian lebih dari 2.000 kilowatt-jam, yang meningkatkan kualitas lingkungan hidup penduduk setempat, tutur Cao Lin, kepala daerah tersebut."Penerapan teknologi pemanas baru mengubah kehidupan masyarakat," kata Cao.Saat ini, total 25 proyek pemanas telah rampung di sejumlah area dataran tinggi di daerah tersebut, dan delapan proyek pemanas masih dalam proses pembangunan, dengan total area penggunaan pemanas sekitar 32,24 juta meter persegi yang mencakup 700.000 penduduk, menurut departemen perumahan dan pembangunan perkotaan-pedesaan di daerah itu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi sebut vaksin COVID-19 bukan penyebab kematian mendadak di India
Indonesia
•
25 Nov 2023

Memahami pengaruh Madden–Julian Oscillation terhadap curah hujan di Indonesia
Indonesia
•
16 Jan 2026

Jamur enoki, kaya protein dan senyawa bioaktif
Indonesia
•
27 Jun 2020

Tim peneliti China ungkap cara ulat sutra membentuk kepompong hijau
Indonesia
•
09 Feb 2023
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ilmuwan kembangkan kristal baru, capai terobosan dalam ‘output’ laser ultraviolet vakum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026
