
Spesies anggrek yang sempat hilang seabad ditemukan kembali

Foto yang diabadikan pada 20 Mei 2025 ini menunjukkan sebuah tanaman anggrek di Zona Wisata Budaya Hutan Hujan Yanoda di Wilayah Otonom Etnis Li dan Miao Baoting di Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Pu Xiaoxu)
Eulophia monantha tumbuh subur di habitat lembah sekitar 1.120 meter di atas permukaan laut, di tanah berpasir yang kaya dengan kerikil di bawah pepohonan pinus.
Kunming, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah spesies anggrek China yang dinyatakan telah punah kembali ditemukan di alam liar di Provinsi Yunnan, China barat daya, menandai sebuah terobosan penting dalam konservasi keanekaragaman hayati, ungkap tim ilmuwan.Tim peneliti dari Akademi Ilmu Kehutanan dan Padang Rumput Yunnan mengidentifikasi sebuah populasi yang terdiri dari sekitar 50 tanaman Eulophia monantha dalam sebuah survei lapangan di wilayah Xinping. Penemuan tersebut menjadi penemuan pertama dari anggrek langka itu sejak pertama kali terdokumentasi 112 tahun silam.Pakar botani Inggris George Forrest awalnya mengumpulkan spesies tersebut di dekat Dali, Yunnan, pada 1913. Setelah menghilang selama lebih dari 100 tahun tanpa catatan lebih lanjut, tanaman itu secara resmi diklasifikasikan sebagai tanaman punah di dalam Daftar Merah Keanekaragaman Hayati China 2013.Kini tumbuh subur di habitat lembah sekitar 1.120 meter di atas permukaan laut, tanaman itu tumbuh di tanah berpasir yang kaya dengan kerikil di bawah pepohonan pinus. Para peneliti mengamati pertumbuhan yang subur, namun hanya sedikit tanaman yang berbunga di antara populasi tersebut.Otoritas kehutanan setempat di Xinping telah menugaskan jagawana khusus untuk melindungi populasi yang rapuh itu, sementara para ilmuwan melakukan penelitian paralel dan pembiakan buatan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kalimantan punya spesies baru katak tanduk
Indonesia
•
05 Oct 2019

Rekor tertinggi konsentrasi gas rumah kaca, ketinggian laut global, dan kandungan panas laut tercatat pada 2022
Indonesia
•
07 Sep 2023

Para ahli paleontologi temukan fosil owa tertua di China barat daya
Indonesia
•
30 Sep 2022

Sejumlah fasilitas observasi astronomi baru didirikan di China barat laut
Indonesia
•
01 May 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
