
Stasiun Luar Angkasa Internasional akan tetap beroperasi hingga 2030

Tangkapan layar dari video yang dibagikan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada 31 Mei 2020 ini memperlihatkan Crew Dragon SpaceX saat mendekati Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk melakukan penambatan (docking) pada Ahad (31/5). Pada hari tersebut, wahana antariksa itu berhasil melakukan 'docking' di ISS dalam sebuah misi berawak yang bersejarah. (Xinhua/NASA TV)
ISS adalah proyek multinasional yang melibatkan Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan 10 negara anggota Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA), yakni Belgia, Jerman, Denmark, Spanyol, Italia, Belanda, Norwegia, Prancis, Swedia, dan Swiss.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) diperkirakan akan tetap beroperasi setidaknya hingga tahun 2030 setelah perjanjian antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia yang berlaku saat ini untuk menggunakannya hingga 2028 berakhir, demikian disampaikan Direktur Jenderal Roscosmos Dmitry Bakanov pada Senin (28/7).Dalam wawancara dengan RBC TV Rusia, Bakanov mengatakan bahwa setiap keputusan untuk mengakhiri pengoperasian stasiun tersebut harus dibuat bersama oleh Rusia dan Amerika Serikat. "Pada tahap ini, keputusan bersama Roscosmos dan NASA adalah bahwa stasiun tersebut dibutuhkan setidaknya hingga 2028, dan kemungkinan besar, bahkan mungkin hingga 2030," ujarnya.Diluncurkan pada 1998, ISS berbobot sekitar 435 ton dan mencapai 470 ton saat ditambatkan dengan wahana antariksa. Ini adalah proyek multinasional yang melibatkan Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan 10 negara anggota Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA), yakni Belgia, Jerman, Denmark, Spanyol, Italia, Belanda, Norwegia, Prancis, Swedia, dan Swiss.ISS secara resmi disetujui oleh Presiden AS Ronald Reagan dan anggarannya disetujui oleh Kongres AS pada tahun 1984. Administrator NASA James Beggs segera mencari mitra internasional yang bersedia bekerja sama dalam program ini.Stasiun ini dirancang antara tahun 1984 dan 1993. Beberapa elemen Stasiun sedang dibangun di seluruh AS, Kanada, Jepang, dan Eropa mulai akhir 1980-an.Pada tahun 1993, ketika ISS sedang menjalani desain ulang, Rusia diundang untuk berpartisipasi.Kesepakatan dibuat untuk melanjutkan program dalam dua tahap. Selama tahap pertama, Pesawat Ulang-alik NASA akan membawa astronaut dan kosmonot ke Stasiun Orbital Mir Rusia. AS akan membantu memodifikasi dua modul buatan Rusia untuk menampung eksperimen AS dan internasional serta membangun proses kerja antarnegara peserta. Selama Fase 2, yang dipimpin oleh AS dan Rusia, semua negara yang berpartisipasi akan menyumbangkan elemen dan awak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang baru.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China punya lebih dari 3,5 juta BTS 5G
Indonesia
•
07 Apr 2024

Badan antariksa nasional Taiwan berganti nama menjadi TASA
Indonesia
•
07 Jan 2023

China dirikan laboratorium penjelajahan antariksa dalam
Indonesia
•
27 Feb 2022

Ilmuwan Rusia uji teori keberadaan kehidupan di Venus
Indonesia
•
18 Aug 2020


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026
