
Apple dilarang jual jam tangan dengan fitur sensor kadar oksigen dalam darah di AS

Sejumlah orang menjajal produk-produk terbaru Apple setelah acara peluncuran di Cupertino, California, Amerika Serikat, pada 12 September 2023. (Xinhua/Wu Xiaoling)
Jam tangan Apple dengan sensor kadar oksigen dalam darah dilarang dijual di Amerika Serikat karena dituding melanggar kekayaan intelektual Masimo.
San Francisco, AS (Xinhua) – Apple mulai Kamis (18/1) akan dilarang menjual jam tangan dengan sensor kadar oksigen dalam darah di Amerika Serikat (AS), demikian disampaikan Pengadilan Banding Sirkuit Federal AS (U.S. Court of Appeals for the Federal Circuit) pada Rabu (17/1).Larangan itu bermula dari sengketa kekayaan intelektual (intellectual property/IP) dengan Masimo, sebuah perusahaan perangkat medis. Pada Oktober tahun lalu, Komisi Perdagangan Internasional (International Trade Commission) AS menemukan bahwa fitur sensor kadar oksigen dalam darah milik Apple telah melanggar kekayaan intelektual Masimo.Larangan tersebut tidak memperbolehkan Apple mengimpor perangkat-perangkat yang disengketakan, seperti Apple Watch Series 9 dan Ultra 2.Pada Desember tahun lalu, Apple sempat menarik produk-produk jam tangan yang terdampak dari toko online dan retailnya, sementara para peretail yang masih memiliki stok perangkat tersebut masih dapat menjualnya.Sebelumnya pada pekan ini, dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa Apple telah mendapatkan persetujuan dari Bea Cukai AS untuk versi modifikasi jam tangan Apple yang tidak dilengkapi fitur pengukur kadar oksigen dalam darah.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi baru identifikasi area otak yang berkaitan dengan gagal napas usai kejang
Indonesia
•
05 Oct 2023

Situs paleolitikum dan neolitikum di China masuk daftar temuan arkeologi terbaik 2024
Indonesia
•
21 Feb 2025

Tim peneliti identifikasi target protein baru, buka jalan bagi pengobatan kanker darah agresif
Indonesia
•
27 Aug 2025

Bangladesh resmikan pabrik pupuk ramah lingkungan pertama
Indonesia
•
14 Nov 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
