
Kebun raya nasional China akan dirikan lab perlindungan tanaman 'ex-situ'

Seorang staf mengecek temperatur bunga bangkai yang sedang mekar di Kebun Raya Nasional China di Beijing, ibu kota China, pada 19 Juli 2022. (Xinhua)
Kebun Raya Nasional China akan mengumpulkan dan melestarikan 25.000 spesies tanaman dalam waktu 10 tahun, termasuk 1.500 spesies langka dan terancam punah.
Beijing, China (Xinhua) – Kebun Raya Nasional China akan mendirikan sebuah laboratorium utama untuk perlindungan tanaman ex-situ di bawah Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China, kata pihak pengelola fasilitas tersebut pada Senin (10/7).Laboratorium tersebut akan mengikuti perkembangan teknologi dan penelitian mutakhir internasional, berfokus pada upaya perlindungan tanaman liar serta pencegahan dan pengendalian keamanan hayati, sembari melakukan penelitian teknis terbuka yang melibatkan berbagai disiplin ilmu.Laboratorium itu juga akan secara sistematis melakukan penelitian biologi konservasi tanaman dan konservasi sumber daya plasma nutfah tanaman, memantau dan melindungi tanaman yang terancam punah, serta memberikan dukungan teknis bagi perlindungan in-situ tanaman liar.Sejalan dengan tujuan pengembangan laboratorium tersebut, kebun raya itu akan mengumpulkan dan melestarikan 25.000 spesies tanaman dalam waktu 10 tahun, termasuk 1.500 spesies langka dan terancam punah.Kebun raya tersebut juga berencana untuk membuat basis data informasi keanekaragaman tanaman yang terbuka untuk umum dan dapat digunakan bersama, serta sistem manajemen berbagi informasi, sekaligus menjadi basis utama dan pusat penelitian perlindungan ex-situ tanaman nasional.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Astronaut Shenzhou-15 China rampungkan ‘spacewalk’ ketiga
Indonesia
•
02 Apr 2023

Aramco pakai teknologi canggih operasikan sumur minyak
Indonesia
•
20 Oct 2019

Lumba-lumba langka berkomunikasi dengan pola vokal dan suara yang unik
Indonesia
•
18 Jul 2025

COVID-19 – Studi: Vaksinasi selama kehamilan lindungi bayi baru lahir
Indonesia
•
16 Feb 2022


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
