
Laporan APEC: Koordinasi multilateral kunci untuk atasi berbagai tantangan

Carlos Kuriyama (kiri), Direktur Unit Dukungan Kebijakan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC), berbicara dalam sebuah taklimat pers tentang laporan APEC Regional Trends Analysis di pusat media internasional APEC 2023 di San Francisco, Amerika Serikat, pada 12 November 2023. (Xinhua/Li Rui)
Koordinasi multilateral merupakan kunci untuk mengatasi peningkatan utang, perubahan iklim, transisi ekonomi hijau, kebijakan perdagangan proteksionis, dan gangguan rantai pasokan.
San Francisco, AS (Xinhua) – Koordinasi multilateral merupakan kunci untuk mengatasi peningkatan utang, perubahan iklim, transisi ekonomi hijau, kebijakan perdagangan proteksionis, dan gangguan rantai pasokan, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh forum ekonomi regional Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) pada Ahad (12/11)."Kita perlu memiliki kerja sama di antara kita semua (karena) dunia ini bersifat global, dan masalah-masalahnya juga bersifat global. Jadi, jika kita bekerja sendiri-sendiri, tidak saling berkoordinasi, akan sulit untuk melakukan banyak hal," ujar Carlos Kuriyama, Direktur Unit Pendukung Kebijakan APEC kepada Xinhua di sela-sela taklimat pers tentang laporan APEC Regional Trends Analysis.APEC secara keseluruhan menghadapi berbagai risiko negatif dari inflasi, utang, perubahan iklim, fragmentasi geoekonomi, proteksionisme perdagangan, dan isu-isu geopolitik meski terdapat peluang-peluang positif dari rebound pariwisata, peningkatan konsumsi, dan dukungan fiskal tertarget, menurut laporan tersebut.Pertumbuhan ekonomi di antara para anggota APEC akan melambat menjadi 2,8 persen pada 2024 dan 2,9 persen pada 2025 dari 3,3 persen pada 2023, sementara negara-negara lain di dunia diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan 3,1 persen pada 2024 dan 3,6 persen pada 2025, naik dari 2,6 persen tahun ini, menurut laporan itu.
Para jurnalis bekerja di pusat media internasional APEC 2023 di San Francisco, Amerika Serikat, pada 12 November 2023. (Xinhua/Li Jianguo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Turkiye sebut penolakan Swedia untuk selidiki insiden boneka Erdogan "absurd"
Indonesia
•
18 Jan 2023

Israel klaim telah hancurkan lebih dari 90 persen sistem rudal darat-ke-udara Suriah
Indonesia
•
13 Dec 2024

PBB sebut penyiksaan warga Palestina jadi "doktrin negara" Israel
Indonesia
•
25 Mar 2026

Karhutla di tengah panas ekstrem dan angin kencang picu evakuasi di wilayah dekat Athena, Yunani
Indonesia
•
12 Aug 2024


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran
Indonesia
•
27 Jun 2026

Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200
Indonesia
•
27 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026
