
Studi ungkap latihan aerobik dapat kurangi fibrosis otot rangka yang menua

Seorang warga berlari di National Olympic Sports Center, yang dibangun untuk Asian Games Beijing 1990, di Beijing, ibu kota China, pada 20 Agustus 2023. (Xinhua/Chen Zhonghao)
Latihan aerobik secara efektif dapat membalikkan penurunan kapasitas daya tahan tubuh dan mengurangi atrofi otot pada tikus percobaan yang sudah tua.
Beijing, China (Xinhua) – Berjalan di taman atau di trotoar-trotoar perkotaan merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh para pelari atau pejoging di China. Selain meningkatkan kebugaran fisik, aktivitas ini juga dapat mengurangi fibrosis otot rangka yang menua melalui latihan aerobik.Menurut sebuah artikel penelitian terbaru yang diterbitkan di dalam Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle, tim peneliti China mengungkap bahwa latihan aerobik secara efektif dapat membalikkan penurunan kapasitas daya tahan tubuh dan mengurangi atrofi otot pada tikus percobaan yang sudah tua.Penuaan menimbulkan dampak negatif pada perbaikan jaringan, terutama pada otot rangka, di mana kapasitas regeneratif sel punca otot (muscle stem cell/MuSC) berkurang seiring bertambahnya usia. Meski latihan aerobik diketahui dapat mengurangi atrofi pada otot rangka, dampak spesifiknya terhadap kapasitas regenerasi dan perbaikan MuSC masih belum jelas.Para peneliti dari South China Normal University membuat tikus percobaan melakukan latihan kontinu berintensitas sedang (moderate-intensity continuous training/MICT) selama dari sembilan hingga 25 bulan atau 20 hingga 25 bulan, kemudian mengevaluasi efek latihan aerobik terhadap fungsi MuSC serta regenerasi otot.Hasilnya menunjukkan bahwa MICT yang dilakukan mulai dari sembilan hingga 25 bulan maupun dari 20 hingga 25 bulan sama-sama menunjukkan peningkatan yang nyata dalam durasi dan jarak lari, ungkap penelitian tersebut. Selain itu, MICT juga menghasilkan peningkatan berat otot rangka dan area penampang (cross-sectional area) yang lebih besar.Secara khusus, sekresi faktor pertumbuhan jaringan ikat mengalami peningkatan dalam proses penuaan MuSC, yang tidak hanya merusak kapasitas regeneratif MuSC, tetapi juga menyebabkan fibrosis otot rangka.Latihan aerobik menunjukkan kemampuan untuk menurunkan efek merusak tersebut. Dengan demikian, anjuran aktivitas latihan ini dapat bermanfaat di kalangan warga lanjut usia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China umumkan rencana aksi untuk pengembangan infrastruktur daya komputasi
Indonesia
•
10 Oct 2023

Danau air tawar terbesar di China surut hingga 90 persen
Indonesia
•
16 Dec 2025

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Peneliti China rekomendasikan pengurangan kortisol dalam operasi tumor hipofisis
Indonesia
•
25 Nov 2022


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
