Makin panas dengan AS, militer Iran integrasikan 1.000 ‘drone’ tempur

Peralatan militer dipamerkan dalam parade Hari Angkatan Bersenjata di Teheran, Iran, pada 18 April 2025. (Xinhua/Shadati)
Iran telah mengintegrasikan 1.000 unit drone tempur strategis buatan dalam negeri ke dalam formasi tempur divisi-divisi militer menyusul ancaman Amerika Serikat.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Iran pada Kamis (29/1) mengumumkan pihaknya telah mengintegrasikan 1.000 unit drone "tempur strategis" buatan dalam negeri ke dalam formasi tempur divisi-divisi militer mereka, demikian dilaporkan oleh kantor berita semiresmi Tasnim.
Drone tersebut didistribusikan ke angkatan darat, pertahanan udara, angkatan laut, dan angkatan udara atas perintah Panglima Militer Iran Amir Hatami, menurut laporan tersebut.
Laporan itu menambahkan bahwa drone tersebut dikembangkan bersama oleh para ahli militer dan Kementerian Pertahanan Iran untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang serta mengadopsi pelajaran yang dipetik dari "perang 12 hari" dengan Israel tahun lalu. Mereka mampu melakukan invasi, penghancuran, pengintaian, peperangan elektronik, serta menyerang target tetap maupun bergerak di darat, laut, dan udara.
Hatami mengatakan bahwa, sejalan dengan berbagai ancaman di masa depan, militer Iran telah memprioritaskan upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya guna memfasilitasi operasi tempur yang cepat dan memberikan respons "menghancurkan" terhadap setiap agresi.
Pengiriman tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) mengerahkan gugus tempur yang dipimpin kapal induk ke Timur Tengah sebelumnya pada pekan ini. Ketegangan antara Teheran dan Washington semakin memanas seiring meningkatnya retorika dan peringatan AS terhadap Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu (28/1) mengatakan sebuah "armada besar," yang dipimpin oleh kapal induk Abraham Lincoln dan lebih besar dari yang dikirim ke Venezuela, sedang menuju Iran. Dia memperingatkan bahwa "waktu hampir habis" bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan, "Angkatan bersenjata kami yang pemberani siap, dengan jari-jari mereka di pelatuk, untuk merespons dengan cepat dan kuat setiap agresi."
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Media sebut lebih dari 800 orang tewas akibat serangan Hamas di Israel
Indonesia
•
10 Oct 2023

PM Li sebut China dan AS bisa dan harus bekerja sama
Indonesia
•
14 Mar 2023

China desak AS tak manfaatkan benda udara sipil untuk manipulasi politik
Indonesia
•
18 Feb 2023

Tolak reformasi pemerintah, 60.000 orang berunjuk rasa di Brussel
Indonesia
•
15 Feb 2025
Berita Terbaru

Iran akan anggap setiap langkah militer AS sebagai tindakan perang
Indonesia
•
30 Jan 2026

Penyelidikan pidana federal AS terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terus bergulir
Indonesia
•
30 Jan 2026

PM Selandia Baru sebut negaranya tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian usulan Trump
Indonesia
•
30 Jan 2026

Hukum makin diinjak oleh ‘superpower’, PBB serukan rombak sistem global
Indonesia
•
30 Jan 2026
