
Muatan ilmiah dari satelit ‘reusable’ dan ‘returnable’ pertama China dikirim ke pengguna

China berhasil mengamankan satelit uji coba pertama mereka yang dapat digunakan kembali (reusable) dan dipulangkan (returnable), Shijian-19, di lokasi pendaratan Dongfeng di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada Jumat (11/10) pukul 10.39 Waktu Beijing (09.39 WIB). Demikian menurut Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA). (Xinhua/Wang Heng)
Misi Shijian-19 sepenuhnya memanfaatkan keunggulan platform eksperimen luar angkasa generasi baru yang dapat dipulihkan (retrievable). Misi ini melakukan eksperimen pemuliaan di luar angkasa terhadap sekitar 1.000 spesies sumber daya plasma nutfah, yang memberikan dukungan penting bagi inovasi sumber daya plasma nutfah di China.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Muatan ilmiah untuk pemuliaan (breeding) di luar angkasa dan eksperimen ilmu pengetahuan-teknologi (iptek) lainnya yang dibawa pulang oleh Shijian-19 telah dikirim kepada para pengguna di China dan luar China pada Kamis (24/10). Shijian-19 merupakan satelit pertama China yang dapat digunakan kembali (reusable) dan dipulangkan (returnable).Pada upacara serah terima muatan yang diselenggarakan oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) di Beijing pada Kamis itu, CNSA dan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) menandatangani sertifikat pengiriman muatan dengan pengguna domestik dan internasional, termasuk pengguna dari Thailand dan Pakistan.Wakil Kepala CNSA Bian Zhigang mengatakan bahwa misi Shijian-19 sepenuhnya memanfaatkan keunggulan platform eksperimen luar angkasa generasi baru yang dapat dipulihkan (retrievable). Misi ini melakukan eksperimen pemuliaan di luar angkasa terhadap sekitar 1.000 spesies sumber daya plasma nutfah, yang memberikan dukungan penting bagi inovasi sumber daya plasma nutfah di China. Selain itu, misi ini juga memberikan kesempatan berharga untuk validasi di orbit untuk komponen dan bahan baku yang diproduksi di dalam negeri.Satelit Shijian-19 diluncurkan ke orbit dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 27 September lalu, dan berhasil diamankan di lokasi pendaratan Dongfeng di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 11 Oktober.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan satelit Geely-02
Indonesia
•
05 Feb 2024

Spesies tumbuhan baru ditemukan di China selatan
Indonesia
•
17 Jul 2024

Awak Shenzhou-16 bersiap lakukan aktivitas di luar wahana antariksa
Indonesia
•
22 Jul 2023

China dan ASEAN tingkatkan kerja sama dalam penggunaan teknologi nuklir secara damai
Indonesia
•
03 Oct 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
