
Peneliti China temukan sistem baru untuk pengelompokan fungsional protein

Sejumlah petani menyemai bibit padi di dalam pot di Desa Xiangjiang yang berlokasi di Kota Changsha, Provinsi Hunan, China tengah, pada 11 Mei 2023. Para petani setempat di Desa Xiangjiang menanam padi, sayuran, dan bunga di air, sehingga tanaman-tanaman tersebut dapat hidup berdampingan dan saling melengkapi bersama ikan dan udang. (Xinhua/Chen Zeguo)
Pengelompokan fungsional protein merupakan sebuah metode penting untuk memahami partisipasi protein dalam proses fisiologis dan merancang protein baru.
Beijing, China (Xinhua) – Tim peneliti China berhasil membangun metode baru untuk pengelompokan protein (protein clustering) dan mengembangkan sistem baru untuk penyuntingan basa (base editing), yang mendukung analisis fungsi protein dan eksplorasi unsur fungsional baru, menurut sebuah artikel penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Cell.Pengelompokan fungsional protein merupakan sebuah metode penting untuk memahami partisipasi protein dalam proses fisiologis dan merancang protein baru.Para peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) memprediksi struktur tiga dimensi protein dengan sekuens fungsional deaminasi serta melakukan persejajaran jamak (multiple alignment) dan pengelompokan protein.Mereka mengembangkan sistem baru untuk penyuntingan basa dan mengujinya pada sel hewan dan tumbuhan. Hasilnya menunjukkan bahwa enzim deaminase yang ditemukan, berdasarkan prediksi struktural yang dibantu kecerdasan buatan (AI), memberikan perluasan kegunaan yang signifikan pada penyunting basa untuk aplikasi terapeutik dan pertanian.
Foto dari udara berikut ini menunjukkan sejumlah petani bekerja di sawah di Desa Wangguan di Kota Xinghua, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 6 Juni 2023. Tahun ini, 'Mangzhong' atau 'Grain in Ear', posisi kesembilan dari 24 posisi matahari dalam kalender lunisolar China, tiba pada 6 Juni. Posisi ini ditandai dengan matangnya tanaman dan periode yang sibuk bagi para petani. (Xinhua/Zhou Shegen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China pecahkan misteri es kristal kubik
Indonesia
•
01 Apr 2023

Trem pintar bertenaga hidrogen buatan China akan diekspor ke Malaysia
Indonesia
•
19 Jul 2023

Tim peneliti China kembangkan formulasi pestisida yang ramah lingkungan dan efektif
Indonesia
•
11 Jan 2025

Wahana penjelajah Bulan berawak pertama China akan dikemudikan dua astronaut
Indonesia
•
05 Jun 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
