
Platform kecerdasan buatan ChatGPT hampir lulus Ujian Perizinan Medis AS

Seorang staf memberikan penjelasan tentang sebuah video promosi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) 5G di pusat pameran zona percontohan komprehensif mahadata nasional (Guizhou) di Provinsi Guizhou, China barat daya, pada 26 Mei 2022. (Xinhua/Ou Dongqu)
Platform kecerdasan buatan ChatGPT adalah model bahasa berskala besar yang dirancang untuk menghasilkan teks mirip manusia dengan memprediksi urutan kata, tetapi tidak seperti kebanyakan chatbot, ia tidak dapat melakukan pencarian di internet.
Jakarta (Indonesia Window) – Platform bertenaga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ChatGPT hampir lulus Ujian Perizinan Medis Amerika Serikat (The US Medical Licensing Exam/USMLE), sebuah studi baru menemukan.Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Digital Health ini menguji kinerja ChatGPT di USMLE, yakni serangkaian tiga ujian yang menilai pengetahuan medis dalam berbagai disiplin ilmu, seperti biokimia, penalaran diagnostik, dan bioetika.Tes ini diperlukan untuk lisensi medis di AS dan diambil oleh mahasiswa kedokteran dan dokter yang sedang mengikuti pelatihan.Setelah menghapus pertanyaan berbasis gambar dan tanggapan tak tentu, ChatGPT mendapat skor antara 52,4 persen dan 75,0 persen di tiga ujian USMLE. Ambang batas kelulusan untuk ujian adalah sekitar 60 persen.ChatGPT mengungguli PubMedGPT, model pendamping yang dilatih secara eksklusif pada literatur domain biomedis, yang mendapat skor 50,8 persen pada kumpulan data pertanyaan gaya USMLE sebelumnya.Penulis studi Tiffany Kung dan Victor Tseng mencatat bahwa temuan mereka memberikan gambaran sekilas tentang potensi ChatGPT untuk meningkatkan pendidikan kedokteran dan akhirnya, praktik klinis. Misalnya, dokter di AnsibleHealth sudah menggunakan ChatGPT untuk menyederhanakan laporan yang sarat jargon untuk memudahkan pemahaman pasien.ChatGPT adalah model bahasa berskala besar yang dirancang untuk menghasilkan teks mirip manusia dengan memprediksi urutan kata, tetapi tidak seperti kebanyakan chatbot, ia tidak dapat melakukan pencarian di internet. Sebaliknya, ia menggunakan proses internal untuk menghasilkan teks.Penulis penelitian tersebut menyatakan bahwa “mencapai skor kelulusan untuk ujian ahli yang terkenal sulit ini, dan melakukannya tanpa penguatan manusia, menandai tonggak penting dalam pematangan AI klinis.”“ChatGPT berkontribusi besar dalam penulisan manuskrip (kami) ... Kami berinteraksi dengan ChatGPT seperti rekan kerja, memintanya untuk menyintesis, menyederhanakan, dan menawarkan tandingan untuk draf yang sedang berjalan...Semua rekan penulis menghargai masukan ChatGPT,” kata Dr. Kung dalam sebuah pernyataan pada Kamis (9/2), menyoroti bahwa peran ChatGPT dalam penelitian ini melampaui subjek penelitian.Sejak diluncurkan pada November 2022, ChatGPT telah menarik perhatian global karena kemampuannya untuk menyederhanakan berbagai tugas. Platform ini tersedia 24/7 (sepanjang waktu) dan memberikan respons instan, menjadikannya alat yang nyaman bagi mereka yang mencari jawaban cepat atau bantuan untuk tugas yang agak rumit.Sumber: Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Obat anti-virus Rusia didaftarkan dalam waktu 3-5 bulan
Indonesia
•
25 Nov 2021

Sistem prakiraan badai debu terbaru mampu tingkatkan produksi energi surya
Indonesia
•
21 Apr 2025

‘Engineer’ Rusia kembangkan ‘drone’ unik untuk bantu penyelam
Indonesia
•
05 Dec 2025

China bangun jaringan radar untuk dukung prakiraan cuaca luar angkasa global
Indonesia
•
21 May 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
