
Studi sebut pola angin jadi penyebab utama pemutihan karang di Great Barrier Reef, Australia

Foto dari udara yang diabadikan pada 2 Juni 2021 ini menunjukkan Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef) di Queensland, Australia. (Xinhua/Hu Jingchen)
Pola angin merupakan penyebab utama kenaikan suhu lautan yang menyebabkan terjadinya pemutihan karang massal baru-baru ini di Great Barrier Reef.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti Australia mengidentifikasi pola angin sebagai penyebab utama pemutihan karang yang parah di Great Barrier Reef.Dalam sebuah studi baru, tim peneliti dari Monash University di Melbourne menemukan bahwa pola angin merupakan penyebab utama kenaikan suhu lautan yang menyebabkan terjadinya pemutihan karang massal baru-baru ini di Great Barrier Reef, ungkap universitas tersebut dalam rilis media pada Senin (21/10).Pemutihan karang terjadi saat suhu lautan naik terlalu tinggi dan karang yang terkena tekanan panas mengeluarkan alga simbiosis yang hidup di dalam jaringannya, mengubah karang menjadi putih seluruhnya. Karang yang mengalami pemutihan tidak selalu mati namun kemungkinan besar akan kelaparan dan memerlukan waktu hingga 10 tahun untuk pulih.Telah terjadi lima peristiwa pemutihan karang massal di Great Barrier Reef, yang merupakan gugusan terumbu karang terbesar di dunia, sejak 2016, sehingga menimbulkan kekhawatiran perihal kesehatan jangka panjangnya.Tim peneliti tersebut menganalisis cuaca atmosfer selama lebih dari tiga dekade dan menemukan peran angin pasat timur dalam pengaturan suhu lautan di Great Barrier Reef.Lara Richards, peneliti utama dalam proyek itu, menyampaikan bahwa melemahnya angin pasat pada 2022 mengubah suhu permukaan laut secara drastis sebelum terjadinya peristiwa pemutihan yang berdampak pada 91 persen karang di Great Barrier Reef.
Foto dari udara yang diabadikan pada 2 Juni 2021 ini menunjukkan Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef) di Queensland, Australia. (Xinhua/Hu Jingchen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Iran rencanakan peluncuran satelit pada akhir Maret 2023
Indonesia
•
19 Dec 2022

China rilis citra berwarna global Mars
Indonesia
•
01 May 2023

India tetapkan target nol emisi karbon pada 2070
Indonesia
•
03 Nov 2021

Tim peneliti China kembangkan fotovoltaik film tipis berefisiensi tinggi untuk energi luar angkasa
Indonesia
•
27 Mar 2026


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
