Feature – Teknologi penyimpanan karbon industri migas China dorong pembangunan hijau di Indonesia

Foto dokumentasi ini menunjukkan sebuah pabrik etilena yang telah ditingkatkan (enhanced ethylene), yang sedang dibangun di Petrochina Jilin Oilfield Company di Provinsi Jilin, China timur laut. (Xinhua)
Reservoir minyak Gemah di Indonesia memiliki struktur geologis yang kompleks, dan percobaan mekanisme EOR dihadapkan pada kondisi eksperimental yang kompleks dan keras dengan temperatur tinggi, salinitas tinggi, dan kandungan karbon dioksida yang tinggi.
Changchun, China (Xinhua/Indonesia Window) – Menyalakan spektrometer dan perangkat katalis untuk berulang kali mengeksplorasi jalur konversi karbon. Di ruang konferensi Petrochina Jilin Oilfield Company di China timur laut, para teknisi berulang kali mendiskusikan rencana implementasi teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (carbon capture utilization and storage/CCUS) di Ladang Minyak Gemah, Blok Jabung, Provinsi Jambi. Semua orang tampak sangat percaya diri dan antusias.Sebagai proyek luar negeri pertama dari Ladang Minyak Jilin, teknologi CCUS di ladang minyak tersebut cukup menjanjikan. Proyek itu merupakan teknologi yang menerapkan CCUS untuk pengembangan ladang minyak. Prinsip intinya adalah menangkap dan memurnikan karbon dioksida yang dihasilkan dalam proses produksi industri, dan kemudian menyuntikkannya ke dalam reservoir minyak bawah tanah. Proses ini tidak hanya mendorong proses industri ladang minyak, tetapi juga mewujudkan penyimpanan karbon dioksida jangka panjang agar dapat mencapai tujuan ganda, yakni pengurangan emisi sekaligus pemanfaatan sumber daya."Level teknologi CCUS di ladang minyak Eropa dan Amerika selalu menjadi yang terdepan. Pada 1990-an, Amerika Serikat mencapai skala penerapan komersial. Sebaliknya, China terlambat memulainya, tetapi perkembangannya sangat pesat," kata Zhang Deping, manajer Jilin Oilfield Carbon Dioxide Development Company.Menurut penjelasan Zhang Deping, sejak 1990-an, tim teknis CCUS di Ladang Minyak Jilin telah melakukan penelitian dan pengembangan mendalam terhadap teknologi tersebut. Dalam 30 tahun terakhir, tim itu telah membuat terobosan dalam teknologi penangkapan karbon dioksida yang efisien dan teknologi perolehan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR), serta telah merealisasikan industrialisasi dan promosi pada 2022. Saat itu, kelompok pakar yang terdiri dari para pakar terkemuka dari CNPC, Sinopec, CNOOC, dan industri lainnya mengakui bahwa Ladang Minyak Jilin telah mencapai tingkat terdepan di kancah internasional dalam hal teknologi EOR untuk reservoir dengan permeabilitas rendah di daratan.
Foto dokumentasi ini menunjukkan sebuah fasilitas kilang minyak di Provinsi Jilin, China timur laut. (Xinhua)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Perusahaan China luncurkan ‘bogie’ untuk kereta peluru berkecepatan 400 km/jam
Indonesia
•
19 Jul 2024

COVID-19 – Hasil uji vaksin buatan Vector Rusia selesai Mei 2021
Indonesia
•
21 Oct 2020

COVID-19 – Jangka waktu kekebalan vaksin Sputnik V Rusia lebih 2 tahun
Indonesia
•
04 Feb 2021

Jejak kaki kura-kura, burung, dan dinosaurus di China barat laut ungkap sejarah periode Cretaceous
Indonesia
•
10 Sep 2024
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
