
Satu-satunya saluran TV nasional Lebanon ditutup sementara karena masalah gaji

Foto yang diabadikan pada 11 Agustus 2023 ini menunjukkan gedung kantor pusat stasiun televisi (TV) Lebanon di Beirut, Lebanon. (Xinhua/Bilal Jawich)
Saluran televisi nasional Lebanon, Tele Liban, terpaksa ditutup sementara karena pemerintah tak mampu membayar gaji karyawan seiring dengan krisis keuangan yang tajam di tengah jatuhnya nilai mata uang lokal hingga lebih dari 90 persen, dan mengakibatkan devaluasi upah pegawai sektor publik.
Beirut, Lebanon (Xinhua) – Menteri Informasi Lebanon Ziad Makari pada Jumat (11/8) mengumumkan penutupan sementara satu-satunya saluran televisi (TV) nasional negara itu, Tele Liban, karena pemerintah tak mampu membayar gaji karyawan.Penutupan dilakukan setelah upaya membujuk karyawan untuk terus bekerja tidak membuahkan hasil, demikian dilaporkan situs jejaring berita Elnashra.Para staf Tele Liban memulai aksi mogok kerja pekan lalu, dengan alasan tidak puas terhadap gaji mereka. Seorang karyawan saluran TV tersebut mengatakan kepada Xinhua bahwa para karyawan meminta kenaikan gaji dan bantuan sosial untuk mengatasi tingginya inflasi dan kesulitan ekonomi di negara itu, tetapi tuntutan mereka belum dipenuhi.
Seorang pria mencoba menonton acara televisi (TV) di Beirut, Lebanon, pada 11 Agustus 2023. (Xinhua/Bilal Jawich)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Prancis tolak usulan Ukraina labeli Rusia sebagai sponsor terorisme
Indonesia
•
28 Jun 2022

DPR AS sahkan RUU One Big Beautiful Bill yang diajukan Trump
Indonesia
•
09 Jul 2025

Perundingan nuklir AS–Iran di titik kritis, Trump sebut 10 hari penentu
Indonesia
•
20 Feb 2026

Seorang remaja Palestina tewas ditembak tentara Israel di Tepi Barat bagian utara
Indonesia
•
23 Feb 2026


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran
Indonesia
•
27 Jun 2026

Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200
Indonesia
•
27 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026
