China luncurkan sistem pemantauan satelit lingkungan ekologis

Roket pengangkut Long March-3B yang membawa Gaofen-13 02, sebuah satelit observasi Bumi baru, lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 17 Maret 2023. (Xinhua/Ying Longfei)
Sistem pemantauan satelit lingkungan ekologi China menyediakan berbagai data dasar spasial seperti klasifikasi ekologi, konservasi air, pemantauan atmosfer, dan pemantauan penyerap karbon, untuk memenuhi permintaan atas data penginderaan jauh.
Beijing, China (Xinhua) – China meluncurkan sistem pemantauan satelit lingkungan ekologis, demikian diumumkan Akademi Teknologi Antariksa China (China Academy of Space Technology/CAST).Sistem ini juga merupakan konstelasi satelit dari produk ekosistem bruto (gross ecosystem product/GEP), yang mengacu pada nilai total yang disumbangkan oleh ekosistem untuk kesejahteraan manusia serta pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.Sistem pemantauan ini menyediakan berbagai data dasar spasial seperti klasifikasi ekologi, konservasi air, pemantauan atmosfer, dan pemantauan penyerap karbon, untuk memenuhi permintaan atas data penginderaan jauh.
Foto dari udara yang diabadikan pada 21 September 2022 ini menunjukkan pemandangan Lahan Basah Awancang yang berada di wilayah Maqu, Prefektur Otonom Etnis Tibet Gannan di Provinsi Gansu, China barat laut. Hari Tanah Sedunia diperingati pada tanggal 5 Desember setiap tahunnya. Terletak di tepi timur laut Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, wilayah Maqu memiliki padang rumput dan lahan basah yang luas, yang mengalami degenerasi dan penggurunan sebelum akhir abad ke-20. Berkat serangkaian program pelestarian ekologi dan peningkatan kualitas tanah dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar vegetasi yang sebelumnya rusak di wilayah itu telah dipulihkan. (Xinhua/Chen Bin)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Elon Musk luncurkan perusahaan rintisan AI
Indonesia
•
13 Jul 2023

Studi ungkap restorasi lahan basah pangkas emisi karbon dan perkuat ketahanan terhadap kekeringan
Indonesia
•
20 Jul 2025

Astronaut Shenzhou-18 akan jalankan 90 lebih eksperimen fisika dasar
Indonesia
•
25 Apr 2024

COVID-19 – Ilmuwan Rusia publikasikan hasil uji klinis vaksin Sputnik V
Indonesia
•
07 Sep 2020
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
