Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China

Foto yang diabadikan pada 24 Januari 2026 ini menunjukkan kubah radar (radome) antena di bawah langit berbintang di Stasiun Mohe dari Stasiun Bumi Satelit Pengindraan Jauh China di Mohe, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Jin Liwang)

Stasiun Mohe memiliki kecepatan transfer data downlink maksimum sebesar 2 gigabita per detik dan dapat mengirimkan data yang diterima secara real-time. Dengan memanfaatkan keunggulan geografisnya di lintang tinggi, stasiun ini dapat memperpanjang rentang waktu penerimaan harian untuk satelit yang mengorbit kutub hingga lebih dari 20 persen.

 

Mohe, China (Xinhua/Indonesia Window) – Stasiun Mohe dari Stasiun Bumi Satelit Pengindraan Jauh China merupakan stasiun penerima data satelit paling utara di China. Normalnya hanya ada satu staf yang bertugas di fasilitas ini. Namun, menjelang Festival Musim Semi, empat stafnya berkumpul di tengah cuaca dingin yang ekstrem untuk melakukan inspeksi dan pemeliharaan menyeluruh pada musim dingin.

Dikembangkan oleh Institut Penelitian Informasi Dirgantara di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), Stasiun Mohe mulai beroperasi pada 12 Desember 2025.

Terletak di Mohe, kota paling utara China di Provinsi Heilongjiang, stasiun penerima data satelit ini dirancang untuk menerima data satelit secara otomatis. Saat ini, stasiun tersebut bertugas menerima data dari 25 satelit pengamatan lahan nasional, papar institut tersebut.

Stasiun Mohe memiliki kecepatan transfer data downlink maksimum sebesar 2 gigabita per detik dan dapat mengirimkan data yang diterima secara real-time. Dengan memanfaatkan keunggulan geografisnya di lintang tinggi, stasiun ini dapat memperpanjang rentang waktu penerimaan harian untuk satelit yang mengorbit kutub hingga lebih dari 20 persen.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait