
Studi ungkap berjalan 5.000 langkah sehari dapat perlambat perkembangan Alzheimer

Ilustrasi. (Youcef Chenzer on Unsplash)
Tanda-tanda Alzheimer dini pada otak mungkin dapat diperlambat perkembangannya dengan olahraga ringan setiap hari.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Berjalan 5.000 hingga 7.500 langkah per hari dapat membantu memperlambat perubahan otak yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer, menurut para peneliti Australia dan internasional.Penyakit Alzheimer adalah penyakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku. Penyakit ini bisa memburuk seiring waktu sehingga membuat penderitanya tidak mampu lagi melakukan pekerjaan sehari-hari.Studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine, melacak 294 orang dewasa berusia 50 hingga 90 tahun dengan fungsi otak normal selama hingga 14 tahun, mengamati jumlah langkah harian mereka, fungsi otak, dan penumpukan protein yang berkaitan dengan Alzheimer pada otak, menurut pernyataan yang dirilis pada Selasa (4/11) oleh penerbit jurnal ilmiah Springer Nature di situs jejaring Australian Science Media Center.Aktivitas fisik yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan fungsi otak yang lebih lambat, yang juga berhubungan dengan penumpukan protein yang berhubungan dengan Alzheimer yang lebih lambat pada otak, menurut laporan itu.Orang yang menunjukkan tanda-tanda Alzheimer dini pada otak mereka mungkin dapat memperlambat perkembangannya dengan olahraga ringan setiap hari, kata tim peneliti dari Universitas Melbourne di Australia, sistem perawatan kesehatan Mass General Brigham yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Harvard di Amerika Serikat, dan Universitas Toronto di Kanada.Menurut studi tersebut, partisipan yang berjalan lebih dari 5.000 langkah per hari menunjukkan penurunan yang lebih lambat dalam hal memori dan kemampuan berpikir, yang berkaitan dengan penurunan penumpukan tau, protein yang berhubungan dengan perkembangan penyakit Alzheimer.Kognisi dan akumulasi tau mencapai level stabil pada tingkat aktivitas moderat dengan 5.001-7.500 langkah per hari, kata para peneliti, seraya menambahkan bahwa bahkan olahraga ringan, dengan sekitar 3.000 hingga 5.000 langkah, dapat dikaitkan dengan perlambatan signifikan dalam penumpukan tau dan penurunan kognitif.Dengan semakin luasnya penggunaan perangkat digital yang dapat dikenakan (wearable), seperti jam tangan pintar, studi tersebut menyoroti "target aktivitas fisik yang mudah diakses yang dapat mendorong partisipasi yang lebih besar di kalangan orang dewasa lanjut usia yang kurang aktif bergerak."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Fluktuasi tajam suhu harian jadi ancaman iklim baru
Indonesia
•
11 Dec 2025

Australia akan bangun laboratorium baru untuk cek kandungan toksin dari wabah alga pada ‘seafood’
Indonesia
•
22 Aug 2025

Kementerian ESDM uji ketahanan 1.000 jam untuk biodiesel 40 persen
Indonesia
•
27 Aug 2020

Kapabilitas ditingkatkan, peringatan bencana meteorologi akan diterima warga China dalam 3-8 menit
Indonesia
•
31 Oct 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
