Ilmuwan China lakukan eksperimen deteksi lapisan es di Antartika

Foto yang diabadikan pada 27 Desember 2024 ini memperlihatkan pemandangan di dekat Stasiun Qinling milik China di Antarktika. (Xinhua/Huang Taoming)
Teknologi radiometer gelombang mikro hiperspektral pita ultra lebar memberikan dukungan data penting untuk penelitian tentang pencairan lapisan es kutub, evolusi danau subglasial, sistem pergerakan air, serta perubahan permukaan air laut.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China berhasil melakukan eksperimen deteksi lapisan es di Antarktika dengan menggunakan radiometer gelombang mikro hiperspektral pita ultra lebar (ultra-wideband hyperspectral microwave radiometer) yang dikembangkan secara mandiri oleh China, demikian menurut tim ekspedisi Antarktika ke-41 negara itu.Tim tersebut melakukan eksperimen udara-darat gabungan (joint air-ground experiment) menggunakan helikopter dan kendaraan salju untuk melakukan deteksi penginderaan jarak jauh terhadap distribusi suhu di bawah lapisan es Antartika.Zhu Di, seorang peneliti di Pusat Sains Antariksa Nasional yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), menjelaskan bahwa pencairan lapisan es Antarktika biasanya dimulai dari lapisan dasar. Namun, metode tradisional untuk mendeteksi suhu subglasial tergolong mahal dan sulit dilakukan.Peralatan radiometer inovatif ini dapat mendeteksi energi radiasi gelombang mikro lemah yang berasal dari dalam lapisan es Antarktika, sehingga memungkinkannya untuk memetakan distribusi suhu dari permukaan es hingga dasar pada kedalaman hingga 4.000 meter, papar Zhu.Teknologi ini siap memberikan dukungan data penting untuk penelitian tentang pencairan lapisan es kutub, evolusi danau subglasial, sistem pergerakan air, serta perubahan permukaan air laut, tambah Zhu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan ciptakan terobosan teknik dalam pengendalian penyakit yang ditularkan nyamuk
Indonesia
•
03 Aug 2024

COVID-19 – Pakar: Gejala Omicron mungkin ringan, tapi tingkat infeksinya menghancurkan
Indonesia
•
10 Dec 2021

Tingkat kelangsungan hidup pengidap kanker di China meningkat di tengah kesenjangan perawatan regional
Indonesia
•
21 Nov 2024

Amazon luncurkan pasangan satelit pertama ke orbit
Indonesia
•
10 Oct 2023
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
