
Sel surya fleksibel dikembangkan untuk aplikasi PV

Foto dari udara yang diabadikan pada 18 Februari 2023 ini menunjukkan sebuah proyek pembangkit listrik fotovoltaik (PV) di Distrik Liangzhou di Wuwei, Provinsi Gansu, China barat laut. (Xinhua/Fan Peishen)
Wafer silikon berskala besar dan dapat dilipat yang dikembangkan oleh tim peneliti China berhasil diaplikasikan pada near-space vehicle (NSV), serta PV pada bangunan dan kendaraan.
Beijing, China (Xinhua) – Tim peneliti China memberikan strategi untuk membuat wafer silikon berskala besar yang dapat dilipat (foldable) dan memproduksi sel surya yang fleksibel, menurut sebuah artikel penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature.Wafer silikon bertekstur kristalin selalu cenderung retak pada celah tajam antara permukaan piramida di area marginal wafer. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan fleksibilitas wafer silikon dengan menumpulkan struktur yang menyerupai piramida itu di area marginal.Tim peneliti dari Institut Mikrosistem dan Teknologi Informasi Shanghai yang dinaungi Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) mengakui bahwa teknik menumpulkan ujung wafer itu memungkinkan produksi komersial sel surya silikon berskala besar dan berefisiensi tinggi yang dapat digulung seperti halnya selembar kertas.Sel-sel itu mempertahankan 100 persen efisiensi konversi daya setelah 1.000 siklus penekukan (bending cycle) dari sisi ke sisi, menurut artikel penelitian tersebut. Usai dirakit menjadi modul besar yang fleksibel, sel-sel itu mempertahankan lebih dari 99 persen daya setelah proses termal (thermal cycling) antara minus 70 hingga 85 derajat Celsius selama 120 jam.Selain itu, sel-sel tersebut mempertahankan 96 persen daya setelah terpapar aliran udara selama 20 menit saat dipasang pada kantung gas lembut, yang meniru embusan angin saat badai dahsyat.Modul fotovoltaik (PV) fleksibel berskala besar yang dikembangkan oleh tim peneliti tersebut berhasil diaplikasikan pada near-space vehicle (NSV), serta PV pada bangunan dan kendaraan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China hasilkan lebih dari 32 zetabita data pada 2023
Indonesia
•
04 Apr 2024

Roket komersial China luncurkan 4 satelit dari laut
Indonesia
•
07 Sep 2023

Mongolia tanam 84 juta pohon sejak 2021 guna perangi penggurunan
Indonesia
•
11 Oct 2024

Perusahaan China lawan serangan siber dengan bantuan teknologi AI
Indonesia
•
20 Aug 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
