
China berencana luncurkan dua satelit meteorologi pada 2023

Roket Long March-4C yang membawa satelit Fengyun-3E (FY-3E) lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 5 Juli 2021. (Xinhua/Wang Jiangbo)
Satelit meteorologi seri Fengyun akan diluncurkan pada 2023, salah satunya adalah Fengyun-3F (FY-3F) yang merupakan satelit orbit pagi untuk menyediakan layanan di berbagai bidang, misalnya prakiraan cuaca serta pemantauan lingkungan ekologi dan bencana.
Beijing, China (Xinhua) – China berencana akan meluncurkan tambahan dua satelit meteorologi seri Fengyun pada 2023, menurut administrasi meteorologi negara tersebut.Salah satu satelit yang direncanakan, Fengyun-3F (FY-3F), merupakan satelit orbit pagi yang akan menggantikan satelit FY-3C untuk menyediakan layanan di berbagai bidang, misalnya prakiraan cuaca serta pemantauan lingkungan ekologi dan bencana.Dilengkapi dengan 10 muatan (payload), satelit itu dijadwalkan akan diluncurkan pada Agustus mendatang.Satelit lainnya, yakni FY-3G, merupakan satelit pengukur curah hujan yang utamanya digunakan untuk memantau curah hujan lebat dalam sistem cuaca buruk dan memberikan informasi struktur tiga dimensi (3D) curah hujan di lintang menengah dan rendah di seluruh dunia.Dilengkapi dengan empat muatan, satelit tersebut dijadwalkan akan diluncurkan pada April.Setelah kedua satelit tersebut ditempatkan di orbit, China akan menjadi satu-satunya negara di dunia yang mengoperasikan satelit meteorologi sipil di orbit fajar-senja, pagi, sore, dan miring pada waktu bersamaan.China telah meluncurkan total 19 satelit seri Fengyun, yang menyediakan layanan dan produk data untuk 126 negara dan kawasan di seluruh dunia, dengan tujuh satelit di antaranya saat ini berada di orbit.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan gunakan teknologi ‘deep learning’ untuk prediksi akurat es laut Antarktika
Indonesia
•
28 Mar 2024

SpaceX targetkan uji coba peluncuran roket raksasa Starship pada pertengahan November
Indonesia
•
04 Nov 2023

Studi: Obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko komplikasi pascaoperasi
Indonesia
•
02 May 2023

SpaceX luncurkan 52 satelit Starlink dari pangkalan California, AS
Indonesia
•
19 Dec 2021


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
