
Mongolia Dalam duduki peringkat teratas penyerap karbon di China dari hutan, padang rumput dan lahan basah

Foto dari udara yang diabadikan pada 31 Agustus 2023 ini menunjukkan pemandangan Tianchi (Danau Surga) di Arxan yang berada di Hinggan League, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua/Lian Zhen)
Total volume serapan karbon dari hutan, padang rumput, dan lahan basah di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, sejauh ini telah mencapai 119 juta ton, yang menduduki peringkat pertama di negara itu.
Hohhot, Mongolia Dalam (Xinhua/Indonesia Window) – Total volume serapan karbon dari hutan, padang rumput, dan lahan basah di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, sejauh ini telah mencapai 119 juta ton, yang menduduki peringkat pertama di negara itu, kata otoritas setempat.Total cadangan karbon dari hutan, padang rumput, dan lahan basah di daerah tersebut telah mencapai 10,54 miliar ton, menduduki peringkat kedua di China, menurut biro kehutanan dan padang rumput daerah itu.Penyerap karbon adalah segala sesuatu yang menyerap lebih banyak karbon dari atmosfer daripada yang dilepaskannya, dan hutan, padang rumput, serta lahan basah adalah sumber penyerap karbon.
Foto dari udara ini menunjukkan pemandangan Taman Lahan Basah Nasional Tao'erhe di Kota Ulanhot, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 13 Agustus 2023. (Xinhua/Peng Yuan)
Kawanan burung migran terlihat di lahan basah yang terletak di dekat Sungai Kuning di wilayah Togtoh, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 16 Maret 2024. Seiring dengan meningkatnya suhu secara bertahap, kawanan burung migran dalam jumlah besar tiba di lahan basah tersebut di wilayah Togtoh. (Xinhua/Lian Zhen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Google Chrome akan blokir situs ‘pop-up’ yang mengganggu
Indonesia
•
10 Jun 2022

Sampel Chang'e-6 ungkap adanya lonjakan kembali pada kekuatan medan magnet Bulan
Indonesia
•
24 Dec 2024

Bisa ular tanah berpotensi hasilkan peptida antikanker
Indonesia
•
18 Jul 2024

Peneliti China ungkap rahasia adaptasi yak dengan lingkungan rendah oksigen
Indonesia
•
15 Sep 2022


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
